Polisi Amankan Medina Zein, Keluarga Azhari Jalankan Bisnis Narkoba?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Polda Metro Jaya mengamankan Medina Zein dalam kasus narkoba yang menjerat Ibra Azhari. Medina adalah istri dari Lukman Azhari adik Ibra.

Meski begitu, Polda Metro Jaya belum mau berkomentar soal peran Medina dalam kasus Ibra tersebut. Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membenarkan pemeriksaan terhadap Medina.

“Kita tunggu saja hasil pemeriksaan,” ujar Yusri di Jakarta, Minggu 29 Desember 2019.

Ibra ditangkap polisi Minggu 22 Desember 2019. Selain itu, polisi juga menangkap 6 orang lain yang berperan sebagai pengedar hingga kurir.

Total barang bukti yang disita dari Ibra dkk adalah 5,84 gram sabu, 6 butir Happy Five, dan 45,8 gram heroin.

Terhadap Ibra, Polda Metro Jaya menerapkan Pasal 112, 114 UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman paling sedikit 6 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara

Ini adalah keempat kalinya Ibra harus berurusan dengan polisi dengan kasus yang sama yaitu narkoba.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini