Viral, Aksi Merobek Al Quran di Tasikmalaya, Ternyata Begini Kejadian Sebenarnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, TASIKMALAYA – Aksi penyobekan Al Quran di Tasikmalaya viral sejak Kamis 19 Desember 2019. Warga Tasik sangat terkejut saat menemukan robekan kertas bertulis ayat-ayat Al Quran di Jalan Kalektoran, Kamis dini hari.

Polisi langsung bergerak dan ternyata menemukan bahwa pelakunya adalah orang dengan masalah kejiwaan (ODMK).

Pelakunya bernama Erwin. Lelaki 33 tahun yang dicurigai mengalami gangguan kejiwaan karena ditinggal pergi istrinya ke Riau dan tidak pulang lagi. Tak berapa lama kedua orang tuanya meninggal dunia.

“Sudah lama, tepatnya mulai  2008,” ungkap Ari Mustari, kakak ipar Erwin.

Dari hasil penyelidikan kepolisian diketahui Erwin mengambil Al-Qur’an dari sebuah masjid, lalu dibawa ke rumahnya.

Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi menjelaskan, di rumahnya dia mengambil bagian tengahnya untuk ditulis dan dipindahkan ke dalam kertas.

Setelah merasa kelelahan menulis, lembaran yang dia ambil dilpat-lipat lalu disobek dan sebagian dibuang dengan cara melemparnya ke luar jendela.

Kasus tersebut terungkap dari sebuah video yang beredar di media sosial, yang memperlihatkan seseorang tengah mengambil dan membawa sobekan-sobekan Al-Qur’an yang terbuang di jalanan.

Kasus pengerusakan Al-Qur’an tersebut bukanlah pertama kali yang terjadi di Indonesia, di Aceh pernah beredar sebuah foto Al-Qur’an yang sudah dirobek dan berserakan di lantai Masjid Al A’la Gampong Cot Mesjid.

Selain itu tali mic yang biasa digunakan muazzin mengumandangkan azan di potong oleh pelaku. Dan kejadian tersebut terjadi pada 8 April 2019.

Begitu juga di Banyumas pernah terjadi seseorang membuang kitab-kitab klasik dan Al-Quran ke dalam sumur di Tambak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Saat Pemerintah dan BI Bersinergi Menjaga Rupiah

Oleh : Ricky Rinaldi Stabilitas nilai tukar rupiah memiliki peran penting dalam menjaga ketahananekonomi nasional. Di tengah dinamika ekonomi global yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, perubahan kebijakan moneter negara maju, serta fluktuasi pasar keuangan internasional, nilai tukar menjadi salah satu indikator yang mencerminkan kepercayaan terhadap perekonomian suatu negara. Dalam situasitersebut, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor kunci dalammenjaga stabilitas rupiah sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.Nilai tukar tidak hanya berkaitan dengan transaksi perdagangan internasional, tetapijuga berpengaruh terhadap inflasi, investasi, dan daya beli masyarakat. Ketika rupiah berada dalam kondisi stabil, pelaku usaha dapat melakukan perencanaanbisnis dengan lebih baik dan masyarakat memiliki kepastian yang lebih besar dalammenjalankan aktivitas ekonomi. Karena itu, stabilitas rupiah menjadi kepentinganbersama yang perlu dijaga secara berkelanjutan.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa stabilitasekonomi merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan nasional. Dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang, pemerintahberkomitmen menjaga kepercayaan pasar melalui kebijakan yang terukur dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang. Stabilitas rupiah menjadi bagian dariupaya menciptakan iklim ekonomi yang sehat dan kondusif.Pemerintah memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang disiplin dan berkelanjutan. Pengelolaan Anggaran Pendapatandan Belanja Negara yang sehat memberikan sinyal positif kepada pasar bahwaperekonomian nasional berada dalam kondisi yang terkendali. Ketika kebijakan fiskalberjalan secara kredibel, tekanan terhadap nilai tukar dapat diminimalkan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa koordinasi kebijakanmenjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai risiko ekonomi global. Menurutnya, pengelolaan fiskal yang prudent perlu berjalan seiring dengankebijakan moneter yang responsif agar stabilitas ekonomi dapat tetap terjaga. Pendekatan yang terintegrasi akan memperkuat kemampuan Indonesia menghadapiberbagai tekanan eksternal.Di sisi lain, Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini