Banyak Orang Indonesia Mau Bergaya dengan Cara Culas, Sri Mulyani Bongkar Penyelundupan Mobil Mewah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Banyak orang Indonesia ingin bergaya mewah tetapi berlaku culas seperti mantan Dirut Garuda Ari Ashkara yang menyelundupkan Harley Davidson. Menteri Keuangan Sri Mulyani, Selasa 17 Desember 2019, juga membongkar penyelundupan mobil dan sepeda motor mewah melalui Pelabuhan Tanjung Priok, maka dia ingin memperberat hukum pelakunya karena telah mengganggu rasa keadilan sosial bangsa ini.

Kapolri Jenderal Idham Azis mengaku sudah mengajak Jaksa Agung Burhanuddin untuk membentuk tim hukum terpadu guna mengusutnya hingga tuntas.

“Saya sudah lapor Bapak Jaksa Agung, kita akan bikin tim hukum terpadu untuk mengoordinasikan (kasus penyelundupan),” kata Idham di Tanjung Priok, 17 Desember 2019.

Lewat tim itu, Idham ingin para penyelundup dihukum seberat-beratnya oleh pengadilan sehingga menimbulkan efek jera.

Dia ingin tidak ada lagi yang mencoba melakukannya di masa datang. Jaksa Agung Burhanuddin menegaskan tim terpadu itu juga bakal melibatkan instansi dan kementerian lain, seperti Kementerian Perhubungan, Ditjen Bea Cukai.

Penyelundupan kendaraan mewah yang dibongkar Bea Cukai tampaknya terdiri dari merek-merek yang digemari orang Indonesia seperti Harley Davidson, Mercedes Benz, BMW, Toyota Supra sport dan sebagainya.

Menurut catatan Menkeu Sri Mulyani, kasus penyelundupan mobil mewah meningkat setiap tahun.

Pada 2018 penindakan penyelundupan mobil sebanyak 5 kasus dan motor 8 kasus, di tahun 2019 melonjak tajam menjadi 57 kasus untuk mobil dan 10 kasus untuk motor.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini