Ma’ruf Ingatkan Sandi Agar Jawab Pertanyaannya

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Ma’ruf Amin mengingatkan Sandiaga Uno agar menjawab pertanyaannya pada debat cawapres. Hal itu terungkap saat moderator debat, Putri Ayuningtyas memberi kesempatan kepada mantan Ketua Umum MUI itu memberi pertanyaan kepada Sandi.

Ma’ruf sebenarnya menanyakan bagaimana caranya memantau dana pendidikan yang ditransfer ke daerah. Sebab 60 persen dana pendidikan saat ini di transfer ke daerah.

Tetapi Sandi justru bercerita bagaimana kondisi kesejahteraan guru honorer yang ditemuinya saat melakukan safari politik.

“Yang kami maksud adalah instrumen apa yang perlu digunakan untuk memantau besarnya anggaran pendidikan yang ditransfer ke daerah,” kata Ma’ruf saat diberi kesempatan menyanggah.

Menurutnya instrumen pemantau anggaran pendidikan itu sangat penting mengingat besarnya dana yang ditranfer ke daerah.

Dengan instrumen itu, Ma’ruf mengharapkan output pendidikan di daerah bisa dipantau dengan jelas.

Tapi lagi-lagi Sandi berdalih lebih penting meningkatkan kesejahteraan guru honorer daripada menghadirkan instrumen.

Ma’ruf sendiri mengusulkan neraca pendidikan daerah dan data pokok pendidikan sebagai pemantau dana pendidikan itu.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini