Berjalan Telanjang Dada di Tempat Umum, Nikita Mirzani Disebut Gila dan Dikomentari Miyabi

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Lagi-lagi Nikita Mirzani mencari sensasi. Kali ini agak berani karena menampilkan foto dirinya bertelanjang dada hanya mengenakan celana dalam sedang berjalan di hadapan dua lelaki yang digambarkan melongo melihat perempuan 33 tahun tersebut.

Sementara Nikita tampak berjalan santai saja sambil wajahnya ditolehkan ke arah kanan. Gambar itu sudah mendapat lebih dari 8.000 likes sejak ditayangkan.

Lokasi pengambilan gambar yang diunggah di akun IG @nikitamirzanlmawardi_17 diduga di Thailand. Namun tidak disebutkan dengan pasti hanya karena belakangan ini Nikita mengunggah beberapa fotonya sedang berada di Thailand.

Hal yang mungkin mengundang berbagai persepsi soal gambar Nikita bertelanjang dada di depan dua cowok itu adalah status yang ditulis Nikita, “Kadal betina Di apit 2 laki2 lunglai…… .”

Tayangan itu tentu saja mengundang banyak komentar. Pada umumnya sangat terkejut dengan sikap Nikita yang sudah keterlaluan tersebut.

Salah satu yang membuat komen adalah mantan arti porno, Maria Ozawa yang hanya berkomentar, “wow.”

Sedangkan komentar lainnya seperti dilontarkan dirusdy melalui akun IG @septyannisa__ , “yang gila dah.”

Sementara nardi_ardian berkomentar, “Nyai udah gak punya rasa malu ya.”

Begitu juga dengan jokiss_erna, “Kok kayak pornografi ya krn seperti tidak memakai BH.”

Hal serupa dilontarkan thrd.na, “Gila gila gila.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini