Kapolda: Tidak Ada Organisasi Keagamaan yang Resahkan Warga, Papua Sudah Aman

Baca Juga

MINEWS.ID, JAYAPURA – Pegunungan Tengah yang diduga sebagai tempat para perusuh Papua berasal, kini dalam kondisi aman. Sedangkan di Papua ditegaskan tidak ada gelombang besar-besaran kedatangan anggota organisasi keagamaan seperti Front Pembela Islam (FPI) maupun Laskar Jihad yang isunya sudah meresahkan warga.

“Yang ada jamaah tabliq,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Jayapura, Selasa 8 Oktober 2019 malam.

Menurut Waterpauw, jamaah tersebut terdiri dari 40 orang yang dipimpin H. Nasir. Mereka akan berada di Papua selama empat bulan untuk syiar Islam.

Dalam waktu dekat Kapolda akan bertemu mereka karena masyarakat mulai resah dengan kehadirannya.

Seperti diketahui sejumlah kerusuhan di Papua, terutama di Wamena 23 September 2019 yang dilakukan dengan sadis dihembus-hembuskan akibat peristiwa yang berkaitan dengan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Padahal, kerusuhan itu murni sebuah aksi massa yang dikoordinir sedemikian rupa untuk menciptakan ketakutan, terutama bagi warga pendatang.

Kini, situasi seluruh kota di Papua sudah sangat kondusif yang ditandai dengan aktivitas sekolah dan pasar. Geliat ekonomi Kota Wamena misalnya juga sudah seperti kondisi normal sebelumnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini