HUT TNI ke-74, Kapolda Papua Beri Kejutan ke Pangdam Cenderawasih

Baca Juga

MINEWS, JAYAPURA – Semua masyarakat seantero Indonesia turut bahagia merayakan HUT TNI ke-74. Tak terkecuali Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw yang memberikan kejutan kepada Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab.

Kejutan berupa pemberian kue ulang tahun itu dilakukan Paulus sekitar pukul 06.00 WIT bersama pejabat utama dan sejumlah handaitaulan di markas Kodam XVII/Cenderawasih, Bukit Polimak, Kota Jayapura.

“Saya mewakili pimpinan tertinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia dan seluruh jajaran Polda Papua, pejabat utama serta Bhayangkari mengucapkan selamat HUT TNI yang ke-74 semoga selalu eksis, selalu jaya dan kompak,” katanya di Jayapura, Sabtu 5 Oktober 2019.

Alumnus Akpol 1987 itu mengatakan silaturahmi tersebut sebagai ungkapan rasa bangga kepada institusi TNI di Papua.

“Kepada bapak Pangdam XVII Cenderawasih beserta Seluruh Pejabat Utama Kodam XVII Cenderawasih saya sengaja datang ke sini tidak memberitahu untuk memberikan ucapan, karena saya mau memberikan surprise”,” kata Paulus Waterpauw

Sementara Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab menyampaikan banyak terima kasih kepada Kapolda Papua dan seluruh pejabat utama Polda Papua serta Bhayangkari yang sudah membuat kejutan.

“Terima kasih untuk kejutannya pada HUT TNI ke-74, mudah-mudahan kita selalu kompak dalam tugas dan tanggung jawab kepada NKRI,” katanya

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini