Mantul, Polisi Tangkap Penculik yang Begituin Ninoy Karundeng

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Dua lelaki ditangkap Polda Metro Jaya karena dituduh menculik dan menganiaya Ninoy Karundeng. Penangkapan dilakukan Rabu 2 Oktober 2019.

“Setelah kita penyelidikan dan tim bergerak dari Polda Metro Jaya dan tadi malam kita amankan dua pelaku yang diduga pelaku itu inisial RF dan S,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 3 September 2019.

Namun, Argo belum mau menjelaskan siapa sosok penculik dan penganiaya tersebut. Apakah salah seorang pengunjuk rasa pada 30 September 2019.

Dia meminta masyarakat bersabar dan memberi kesempatan kepada para penyidik untuk menyelesaikan tugasnya mengungkap motif penculikan itu.

Sebelumnya Ninoy diculik saat mengambil gambar seseorang yang digotong pengeroyoknya karena terkena gas air mata pasca unjuk rasa.

Saat itu, Ninoy sedang dalam perjalanan menggunakan sepeda motornya di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Namun, saat itu Ninoy justru dihampiri orang yang menggotong korban gas air mata tersebut karena menaruh curiga.

Kepada Ninoy, para pelaku menayakan maksud dan tujuan mengabadikan kejadian itu sebelum mengambil ponselnya. Namun, setelah merek tahu Ninoy aktif ber-medsos yang sering menyerang lawan politik Jokowi, dia langsung diculik dan dianiaya setelah itu dipulangkan Selasa 1 Oktober 2019.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini