Kasihan! Karena Kemarau, 8.173 Lahan Padi di Banten Gagal Panen

Baca Juga

MINEWS, BANTEN – Kemarau telah membawa dampak yang cukup parah, terutama pada kehidupan petani di Banten. Selain kesulitan air, rupanya derita petani bertambah karena ribuan hekatre lahan padi dipastikan gagal panen.

Dalam catatan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten, kemarau tahun ini telah membuat 8.173 hektare lahan padi gagal panen karena kekeringan.

“Angka puso sampai 8 ribu lebih di Banten per September 2019,” kata Kadistanak Provinsi Banten Agus M. Tauhid, Senin 30 September 2019.

Agus menyebut, sebaran kegagalan panen terjadi di sejumlah wilayah di Banten, terutama yang terparah adalah di Banten Selatan Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

Agus mengatakan, musim tanam di Banten baru akan terjadi pada bulan November mendatang. Berdasarkan imbauan BMKG, musim kemarau akan terus berlangsung hingga pada 20 Oktober mendatang.

“Musim tanam dimulai November dan saat ini sudah mulai pemulihan namun melihat fenomena alam tertanda mulai hujan,” ujar Agus.

Berita Terbaru

Flu Singapura Tak Ditemukan di Bantul, Dinkes Tetap Waspadai Gejala yang Muncul

Mata Indonesia, Bantul - Dinkes Kabupaten Bantul menyatakan bahwa hingga akhir April 2024 kemarin, belum terdapat kasus flu Singapura yang teridentifikasi. Namun, Dinkes Bantul tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. "Kami belum menerima laporan terkait kasus flu Singapura di Bantul. Kami berharap tidak ada," ujar Agus Tri Widiyantara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Sabtu 4 Mei 2024.
- Advertisement -

Baca berita yang ini