Pemerintah Akselerasi CKG di Sekolah, Madrasah, Pesantren, dan SLB

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan memperluas jangkauan layanan ke lingkungan sekolah, madrasah, pesantren, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB). Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus membangun budaya hidup sehat sejak usia sekolah melalui kolaborasi lintas kementerian dan organisasi kemasyarakatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa keberhasilan Program CKG tidak dapat hanya mengandalkan fasilitas kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan jaringan masyarakat yang memiliki jangkauan luas hingga ke tingkat desa. Karena itu, Kementerian Kesehatan menggandeng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut.

“Penting sekali untuk bisa bekerja sama dengan NU sebagai ormas terbesar di Indonesia,” ujar Budi.

Menurut Budi, jaringan ribuan pesantren, madrasah, sekolah, dan fasilitas kesehatan yang dimiliki NU menjadi modal penting untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat. Selain pelaksanaan CKG, kerja sama juga diarahkan untuk mendukung percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC), peningkatan kesehatan santri dan pelajar, serta penguatan program Water, Sanitation and Hygiene (WASH) di lingkungan pendidikan sebagai langkah pencegahan penyakit.

“Program Cek Kesehatan Gratis dan percepatan eliminasi TBC merupakan prioritas pemerintah. Dengan dukungan organisasi masyarakat yang memiliki jaringan luas, pelayanan kesehatan akan semakin mudah menjangkau masyarakat,” kata Budi.

Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, NU telah memiliki pengalaman panjang dalam mendukung berbagai program kesehatan nasional, mulai dari vaksinasi Covid-19 hingga percepatan penurunan angka stunting. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk mendukung implementasi CKG secara lebih luas.

“PBNU berkomitmen dan sudah membuktikan komitmennya untuk bekerja bersama pemerintah melayani masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan. Di antaranya vaksinasi Covid-19 dan penurunan stunting,” ungkapnya.

Ia menilai Program CKG memiliki nilai strategis karena mampu memperkuat deteksi dini berbagai penyakit sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Melalui keterlibatan pesantren, madrasah, sekolah, dan SLB, layanan kesehatan diharapkan semakin dekat dengan masyarakat serta mampu menjangkau kelompok yang selama ini belum memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara optimal.

“Pesantren dan madrasah siap menjadi pintu masuk utama pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat,” tegas dia.

Melalui sinergi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, pelaksanaan Program CKG diharapkan semakin masif sehingga kualitas kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat terus meningkat sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Agenda Antisipasi Super El Nino demi Melindungi Petani serta Rakyat

Oleh : Ricky RinaldiPerubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi berbagainegara, termasuk Indonesia. Fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino berpotensimemicu musim kemarau yang lebih panjang, meningkatkan risiko kekeringan, mengurangi produktivitas pertanian, serta memengaruhi ketersediaan pangannasional. Ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada petani sebagai produsenpangan, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi potensi Super El Nino menjadi langkah strategis untuk melindungi petani sekaligus menjagaketahanan pangan nasional.Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau menjadi kebutuhan dasaryang harus dijaga di tengah berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim. Pengalaman menghadapi El Nino pada tahun-tahun sebelumnya memberikanpelajaran bahwa antisipasi sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penangananketika dampaknya telah meluas. Karena itu, berbagai langkah mitigasi terusdiperkuat agar sektor pertanian tetap mampu berproduksi meskipun menghadapikondisi cuaca yang tidak menentu.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadikan ketahanan pangansebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Menghadapi potensi fenomenaSuper El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi musim kemarau di Indonesia, Presiden memanggil jajaran terkait untuk memastikan kesiapan nasional, mulai darikecukupan cadangan pangan, penguatan infrastruktur pertanian, hingga langkah-langkah antisipatif bagi petani. Pemerintah menegaskan bahwa kesiapan tersebutmerupakan bagian dari strategi untuk memastikan masyarakat tetap memperolehakses pangan yang cukup meskipun menghadapi tantangan iklim ekstrem.Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini