TANGERANG SELATAN, Minews – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatatkan kenaikan signifikan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini menyentuh angka 84,81. Capaian ini diklaim sebagai hasil dari konsistensi program penguatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangsel, TB Asep Nurdin, menyampaikan bahwa tren positif ini merupakan refleksi dari keberhasilan program kesejahteraan yang terintegrasi dari tingkat kelurahan.
“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, fokus kami adalah memastikan pertumbuhan ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat. Saat ini IPM Tangsel mencapai 84,81, yang merupakan tertinggi di Provinsi Banten. Ini menunjukkan bahwa kualitas kesehatan, pendidikan, dan standar hidup warga kita terus meningkat,” ujar TB Asep Nurdin kepada media, Minggu 25 Januari 2026.
Asep menjelaskan, salah satu pilar utama dalam mendongkrak kesejahteraan adalah penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Per awal 2026, angka pengangguran di Tangsel berhasil ditekan ke level 5,09%, turun dari periode sebelumnya yang berada di angka 5,81%.
Penurunan ini, lanjutnya, tidak lepas dari efektivitas program D3 (Dilatih, Disertifikasi, dan Ditempatkan) yang dikelola secara lintas sektoral. Program ini menyasar angkatan kerja muda untuk mendapatkan sertifikasi keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri di kawasan penyangga Jakarta.
“Bapak Wali Kota menekankan bahwa kita tidak bisa hanya mengandalkan pertumbuhan investasi fisik. Oleh karena itu, skema D3 diperkuat agar SDM lokal kita terserap maksimal. Selain itu, kami juga telah mengaktifkan 54 Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk memperkuat bantalan ekonomi di tingkat akar rumput,” tambahnya.
Di sektor UMKM, Pemkot Tangsel juga tercatat telah memberikan fasilitasi sertifikasi halal gratis dan bantuan modal bagi pelaku usaha mikro. Langkah ini diambil untuk memastikan sektor informal memiliki daya saing yang setara dengan sektor formal.
“Integrasi antara koperasi kelurahan dan kemudahan akses usaha mikro menjadi kunci. Kami optimistis, dengan fundamental ekonomi yang kuat di tingkat kelurahan, dampak negatif dari fluktuasi ekonomi global maupun isu sektoral lainnya dapat kita minimalisir,” pungkas Asep.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya memang menempatkan Tangerang Selatan sebagai wilayah dengan performa pembangunan manusia kategori “Sangat Tinggi”, mengungguli rata-rata pencapaian kabupaten/kota lain di wilayah Banten.
