MataIndonesia, JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah Pulau Sumatra. Melalui Pos Logistik (Poslog) Kualanamu, bantuan pangan dan nonpangan dengan total berat 13,75 ton telah disalurkan ke wilayah terdampak di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh.
Distribusi bantuan tersebut dilakukan hingga Jumat, 9 Januari 2026, pukul 16.00 WIB, dengan seluruh pengiriman dilaksanakan melalui jalur darat. Bantuan dari Poslog Kualanamu dikirimkan ke tiga wilayah di Provinsi Aceh, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Singkil, dan Kota Lhokseumawe. Selain itu, bantuan juga disalurkan ke Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara di Provinsi Sumatera Utara. Pada hari tersebut, tidak terdapat pengiriman bantuan melalui jalur udara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa pendistribusian bantuan dilakukan sesuai kebutuhan wilayah terdampak. Pendistribusian bantuan menuju Aceh Tamiang, Aceh Singkil, dan Lhokseumawe telah dilakukan.
“Seluruh bantuan dikirim melalui jalur darat dari Poslog Kualanamu,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, di Jakarta.
Ia juga menjelaskan bahwa Poslog Kualanamu menerima tambahan bantuan logistik dengan berat mencapai 20.563 kilogram. Dengan penambahan tersebut, total stok logistik yang dikelola Poslog Kualanamu hingga saat ini mencapai 264,99 ton.
“Stok logistik tersebut terdiri atas perlengkapan, sandang, peralatan, kendaraan, serta kebutuhan bahan pokok yang digunakan untuk mendukung penanganan darurat banjir di Sumatera Utara dan Aceh,” katanya.
Distribusi bantuan dipastikan terus berlanjut pada Sabtu, 10 Januari 2026, yang dilakukan melalui jalur darat dan udara. Pengiriman darat akan dilakukan ke wilayah Sibolga, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Langkat. Sementara itu, bantuan seberat dua ton direncanakan dikirim melalui jalur udara ke Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
“Personel BNPB telah melakukan pengemasan bantuan sejak Jumat sore agar proses pengiriman berjalan sesuai rencana dan kebutuhan di lapangan,” tambah Abdul.
BNPB mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang masih diperlukan masyarakat terdampak, antara lain tenda keluarga, alat kebersihan, pakaian, matras, selimut, kasur lipat, perlengkapan mandi, peralatan sekolah, peralatan dapur dan makan, obat-obatan, serta bahan makanan.
“Karena itu, bantuan masih terus disalurkan. Sebagian masyarakat masih bergantung pada layanan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tutupnya.
Selain di Sumatera Utara dan Aceh, respons cepat juga dilakukan pemerintah daerah di wilayah lain di Sumatra. Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Belitang III. Pelaksana Tugas Kepala BPBD OKU Timur, Bambang Irawan, menyebutkan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis pagi.
“Sebanyak 73 unit rumah di lima desa terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1,5 meter. Tidak ada korban jiwa, namun aktivitas masyarakat sempat terganggu,” jelas Bambang.
Sementara itu, Bupati Ogan Komering Ulu Timur, Lanosin Hamzah, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Pemerintah daerah bergerak cepat bersama BPBD, aparat kepolisian, dan seluruh unsur terkait untuk memastikan warga terdampak banjir mendapatkan bantuan logistik, layanan kesehatan, serta dukungan lainnya. Upaya pemulihan akan terus dilakukan hingga kondisi masyarakat benar-benar kembali normal,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi menghindari risiko banjir susulan,” pungkasnya. (*/rls)
