Komitmen Prabowo-Gibran Ciptakan Lapangan Kerja dan Investasi Merata

Baca Juga

MataIndonesia, Jakarta- Pemerintahan Prabowo–Gibran terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas kesempatan kerja secara merata di seluruh Indonesia. Beragam program strategis diluncurkan untuk memastikan masyarakat dari desa hingga kota merasakan manfaat pembangunan ekonomi.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyampaikan bahwa sekitar 2 juta lapangan kerja terbuka pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Dari Kementerian Investasi, bulan September ada kenaikan investasi year-on-year sekitar 14%, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1 juta hingga 2 juta orang. Jadi datanya dari situ,” kata Yassierli.

Dia melanjutkan, jumlah itu belum memperhitungkan serapan kerja dari berbagai program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, hingga Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP).

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Mugiarso berpendapatn bahwa peningkatan jumlah lapangan kerja di era Prabowo-Gibran lebih signifikan disbanding pemerintahan sebelumnya. Tidak hanya dari segi kuantitas, kualitas penciptaan lapangan kerja juga mengalami perbaikan. Realisasi penyerapan tenaga kerja ini semakin meningkat dan ditopang oleh sektor-sektor yang lebih produktif.

Pertumbuhan angka lapangan kerja tersebut juga tak terlepas dari persebaran investasi yang menunjukkan tanda pemerataan yang lebih baik. Menurut Susi, untuk pertama kalinya kontribusi investasi di luar Pulau Jawa mencapai 50,5 persen pada kuartal II.

Pencapaian ini menunjukkan arah investasi yang semakin inklusif dan merata. Beberapa kebijakan dan program pengembangan kawasan secara khusus mendorong percepatan pembangunan di luar Jawa.

“Kita dorong terus pemerataan di luar Jawa. Intinya, capaian investasi ini pertumbuhannya sangat signifikan dan juga semakin berkualitas, jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya,” tegas Susiwijono.

Kebijakan pemerintah dinilai berhasil menciptakan pertumbuhan yang tidak hanya tinggi, tetapi juga berkualitas dan inklusif. Hal ini menjadi fondasi penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini