Cuma Karena Masalah Ini, Pecandu PUBG di India Mutilasi Ayahnya Sendiri

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Sungguh keji apa yang dilakukan seorang pemuda di India ini. Dirinya menghabisi nyawa ayahnya sendiri dengan memutilasi cuma gara-gara tidak diberikan uang untuk membeli kuota data demi bermain game online PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG).

Pemuda tersebut bernama Raghuveer Kumbar, dia adalah seorang pelajar yang sangat kecanduan game PUBG. Sebagian besar harinya dihabiskan untuk bermain game tersebut lewat ponselnya.

Sementara ayahnya bernama Shankrappa Kumbar. Pria berusia 60 tahun itu merupakan seorang pensiunan polisi.

Kejadian nahas ini sendiri terjadi di Belagavi, India. Bermula pada 7 September lalu jam 12 siang, sang ayah menolak memberikan anaknya uang untuk membeli kuota data. Tidak terima akan hal itu, Raghuveer menghajar ayahnya.

Perkelahian itu berlangsung hebat hingga merusak jendela rumah. Tetangga yang melihat pun coba melerai namun tidak berhasil. Alhasil mereka memanggil polisi. Upaya tersebut cukup berhasil menghentikan perkelahian tersebut.

Keesokannya, sekitar jam 5 pagi, Raghuveer kembali meminta uang pada ayahnya untuk tujuan yang sama, membeli kuota untuk bermain PUBG. Ayahnya kembali marah dan pertikaian keduanya terjadi lagi. Kali ini situasinya memburuk.

Usai mengunci ibunya di kamar, Raghuveer menyeret ayahnya ke dapur. Di sana, pemuda berusia 25 tahun itu mengambil pisau daging untuk menghabisi ayahnya sendiri. Makin sadis karena ia lantas memutilasi tubuh sang ayah. Tetangganya berusaha memanggil polisi ketika mereka mendengar teriakan dari dalam rumah.

Tak berapa lama polisi datang dan mendapati hal yang sangat tragis. Mereka kemudian menangkap Raghuveer dan menjebloskannya ke tahanan, demikian dilansir Bangalore Mirror, Rabu 11 September 2019.

 

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini