Panas! McGregor Tantang Khabib Tanding Ulang di Moskow

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL - Connor McGregor sepertinya benar-benar tak terima dirinya disindir oleh rivalnya, Khabib Nurmagomedov yang baru saja menumbangkan Dustin Poirier di UFC 242, Minggu 8 September 2019 dinihari WIB.

Bahkan, McGregor minta disiapkan tanding ulang atau rematch dengan Khabib dalam waktu dekat, di Moskow.

Jelas ini bukan tantangan sembarangan, karena Moskow adalah kandangnya Khabib yang merupakan petarung berkebangsaan Rusia.

Seperti diketahui, Khabib mempertahankan sabu juara dunia kelas ringan UFC saat menggasak Poirier di The Arena, Yas Island, dengan menang submission di ronde ketiga.

Setelah meraih kemenangan, Khabib menyindir McGregor dengan sebutan ‘petarung sialan’. Itu adalah bentuk balasan Khabib, setelah dirinya pernah dihina dengan kalimat berbau rasis pada Oktober 2018 lalu, saat keduanya akan bertarung.

“Kami (bersama Poirier) memiliki banyak rasa hormat daripada pertarungan terakhir saya dengan petarung sialan (Connor McGregor) itu, petarung yang melakukan banyak hal yang gila,” kata Khabib.

Komentar itu langsung direspons McGregor. Lewat akun Twitter, petarung asal Irlandia Utara itu langsung mengajak berduel ulang di Moskow, Rusia.

“Pesankan rematch saya di Moskow,” tulis McGregor di akun Twitter-nya.

 

Berita Terbaru

Keamanan Papua Prioritas, Pemerintah Tindak Tegas Gangguan OPM

Oleh: Yonas Kogoya*Keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan pembangunan di Papua. Tanpa situasi yang aman, berbagai program peningkatan kesejahteraan akan sulit berjalan optimal. Oleh karena itu, setiap bentuk gangguan keamanan yang mengancam keselamatan masyarakat sipil, merusak fasilitas umum, maupun menghambat aktivitas ekonomi harus ditolak bersama karena tidak memberikan manfaat bagi siapa pun, terutama masyarakat Papua sendiri yang menjadi pihak paling terdampak.Berbagai aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata OPM atau TPNPB dalam beberapa waktu terakhir kembali menunjukkan bahwa pendekatan kekerasan hanya melahirkan penderitaan. Pembakaran pesawat perintis PT AMA di Balinggama, Yahukimo, yang mengakibatkan meninggalnya seorang pilot serta mengganggu pelayanan penerbangan di wilayah pegunungan merupakan contoh nyata bagaimana aksi teror berdampak langsungterhadap kepentingan masyarakat. Transportasi udara di Papua bukan sekadar sarana mobilitas, melainkan jalur utama distribusi bahan pangan, obat-obatan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan pokok bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil. Ketika pesawat perintismenjadi sasaran serangan, yang paling dirugikan bukan hanya pemerintah atau operator penerbangan, tetapi masyarakat yang kehilangan akses terhadap berbagai layanan dasar.Tindakan kekerasan terhadap fasilitas publik juga berpotensi menghambat percepatanpembangunan yang selama ini terus diupayakan pemerintah. Berbagai proyek infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi membutuhkan situasi yang kondusif agar dapat berjalan sesuai rencana....
- Advertisement -

Baca berita yang ini