Program AMANAH Sebagai Gagasan Presiden Jokowi untuk Kembangkan Talenta Muda Aceh

Baca Juga

Banda Aceh – Program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH), yang merupakan gagasan Presiden Joko Widodo, kembali mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam mengembangkan talenta muda di Aceh, khususnya di bidang inovasi teknologi. Kehadiran AMANAH dalam ajang Innovative Product Creative Expo (IPCE) 2024 di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh menjadi bukti nyata komitmennya untuk mendorong kreativitas generasi muda.

Selama acara berlangsung, Booth AMANAH menarik perhatian banyak pengunjung, terutama mahasiswa dan dosen Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar Raniry. Produk-produk inovatif yang dihasilkan oleh pemuda binaan AMANAH, seperti robot humanoid dan robot kendaraan yang dikendalikan dengan remote, berhasil menginspirasi para pengunjung.

Presiden Mahasiswa UIN Ar Raniry, Irfan Rahmad Ghafar, menyatakan bahwa AMANAH memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dalam dunia inovasi teknologi. “Dengan adanya AMANAH, teman-teman mahasiswa bisa lebih semangat berinovasi, karena produk-produk yang dipamerkan bisa menjadi inspirasi bagi mereka,” kata Irfan pada Kamis, 26 September 2024.

Selain memamerkan robot, AMANAH juga menampilkan beberapa alat dan aplikasi seluler yang masih dalam tahap pengembangan. Produk-produk ini merupakan hasil dari kompetisi Aceh Digital Innovation and Creativity Techfest (ADICT), yang digelar oleh AMANAH untuk mendorong kreativitas pemuda Aceh dalam bidang teknologi.

Irfan berharap keikutsertaan AMANAH dalam IPCE 2024 dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara AMANAH dan UIN Ar Raniry, khususnya dalam pengembangan sektor teknologi di Aceh. “Dengan kolaborasi ini, bakat-bakat mahasiswa yang ada dapat tersalurkan dengan lebih baik, sehingga mereka tidak lagi kebingungan ketika memiliki inovasi baru,” ujarnya.

Program AMANAH, yang dijalankan oleh Badan Intelijen Negara (BIN), diakui telah menjadi harapan baru bagi generasi muda Aceh. Irfan mengapresiasi program ini sebagai wadah penting untuk menyalurkan minat dan bakat mahasiswa dalam bidang teknologi. “Inovasi mahasiswa di Aceh seringkali belum mendapat perhatian. Dengan AMANAH, bakat-bakat tersebut bisa ditampung dan dikembangkan lebih jauh,” tambahnya.

Keberadaan AMANAH sebagai gagasan Presiden Joko Widodo diharapkan terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi pengembangan potensi pemuda di Aceh, terutama dalam mempersiapkan mereka untuk bersaing di era digital.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pelatihan Kopdes Merah Putih Makin Aman, Relevan, dan Menguatkan Aspek Manajerial

Oleh: Citra Kurnia Khudori )*Keberhasilan sebuah koperasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal ataubanyaknya anggota, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Sama halnya dengan Koperasi Desa Merah Putih, penguatankapasitas para manajer menjadi faktor penting agar koperasi mampu berkembangsebagai motor penggerak ekonomi desa yang profesional dan berkelanjutan.Karena itu, penyempurnaan konsep pelatihan bagi calon manajer Koperasi DesaMerah Putih merupakan langkah yang patut diapresiasi. Penyesuaian materipelatihan menunjukkan bahwa pemerintah berupaya memastikan proses pembekalan lebih relevan dengan kebutuhan pengelolaan koperasi sekaligusmampu menjawab berbagai masukan yang berkembang di masyarakat.Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa istilah latihan dasar militer (latsarmil) tidak lagidigunakan dalam program pembekalan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Sebagai gantinya, pelatihan difokuskan pada pembekalan bela negara dan peningkatan kompetensi yang mendukung kemampuan kepemimpinan sertapengelolaan organisasi.Menurut Rico, perubahan tersebut merupakan bentuk penyempurnaan konsep agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Program ini sama sekalitidak diarahkan untuk membentuk calon manajer menjadi personel militer, melainkanmembangun karakter disiplin, tanggung jawab, nasionalisme, dan etos kerja yang dibutuhkan dalam mengelola koperasi.Ia juga menegaskan bahwa materi yang diberikan telah disesuaikan dengankebutuhan dunia manajerial. Pembekalan bela negara diposisikan sebagaipendidikan karakter yang bertujuan memperkuat integritas, kedisiplinan, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, serta semangat pengabdian kepadamasyarakat.Karakter disiplin dan kepemimpinan yang menjadi bagian dari pembekalan belanegara justru dapat menjadi modal penting dalam menjalankan fungsi-fungsitersebut. Nilai-nilai tersebut bersifat universal dan telah lama diterapkan dalamberbagai program pengembangan kepemimpinan di banyak institusi.Meski demikian, pemerintah juga menunjukkan sikap adaptif dengan melakukanevaluasi terhadap konsep pelatihan. Respons terhadap berbagai masukan publikmenjadi bagian dari proses penyempurnaan agar pelaksanaan program semakinditerima oleh masyarakat luas.Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menjelaskanbahwa durasi pelatihan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih turut disesuaikanmenjadi sekitar satu setengah bulan. Penyesuaian tersebut dilakukan agar materipembekalan lebih efektif, fokus, dan sesuai dengan kebutuhan pengelolaan koperasidi lapangan.Dudung mengungkapkan, pelatihan tetap diarahkan pada peningkatan kapasitaskepemimpinan, kedisiplinan, serta kemampuan manajerial para peserta. Denganwaktu yang lebih efisien, calon manajer diharapkan dapat segera kembali ke daerahmasing-masing untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalammengembangkan koperasi desa.Penyesuaian durasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah lebihmengutamakan kualitas pembelajaran dibandingkan lamanya pelatihan. Yang terpenting bukan seberapa panjang proses pendidikan berlangsung, melainkansejauh mana kompetensi yang dibutuhkan benar-benar dapat dikuasai oleh peserta.Di sisi lain, kebutuhan pengelolaan koperasi modern memang semakin kompleks. Manajer tidak hanya dituntut memahami aspek administrasi, tetapi juga mampumembaca peluang usaha, memanfaatkan teknologi digital, mengelola risiko, sertamembangun jejaring kemitraan dengan berbagai pihak.Karena itu, materi pelatihan yang berorientasi pada penguatan kapasitas organisasimenjadi semakin relevan. Koperasi yang dikelola secara profesional memilikipeluang lebih besar untuk tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakatdesa.Komitmen pemerintah untuk menjaga relevansi pelatihan juga tercermin dalampenyempurnaan substansi materi yang diberikan kepada peserta. Berbagai materiyang dinilai tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan calon manajer kemudiandisesuaikan agar fokus pembelajaran tetap berada pada peningkatan kapasitaskepemimpinan dan tata kelola.Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyampaikan bahwa materi menembaktidak lagi dimasukkan dalam pembekalan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Langkah tersebut merupakan bagian dari penyesuaian kurikulum agar pelatihan lebih relevan dengan tujuan pengembangan kompetensi peserta.Kini pembekalan lebih difokuskan pada nilai-nilai bela negara dan pembentukankarakter. Dengan demikian, pelatihan benar-benar diarahkan untuk mendukungkeberhasilan pengelolaan koperasi, bukan untuk memberikan kemampuan yang berada di luar kebutuhan tugas para manajer.Penyempurnaan kurikulum tersebut membuktikan bahwa pemerintah membukaruang evaluasi dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Fleksibilitas semacamini penting agar kebijakan publik dapat terus berkembang mengikuti aspirasimasyarakat tanpa kehilangan tujuan utamanya.Perlu dipahami oleh semua pihak bahwa keberhasilan Koperasi Desa Merah Putihakan sangat ditentukan oleh kualitas para pengelolanya. Investasi pada pengembangan sumber daya manusia merupakan langkah strategis agar koperasimampu menjadi lembaga ekonomi desa yang profesional, transparan, dan berdayasaing.Dengan konsep pelatihan yang semakin aman, relevan, dan berorientasi pada penguatan aspek manajerial, pemerintah memberikan fondasi yang lebih kokoh bagilahirnya para manajer koperasi yang berintegritas. Dengan begitu, Koperasi DesaMerah Putih memiliki peluang lebih besar untuk menjadi motor penggerak ekonomidesa sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.)* Pemerhati isu sosial-ekonomi
- Advertisement -

Baca berita yang ini