Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Masyarakat Indonesia Harus Tuntaskan Vaksinasi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pandemi covid-19 belum dinyatakan berakhir di dunia, maka masyarakat Indonesia dianjurkan tetap menuntaskan program vaksinasi covid-19.

Meskipun kasus infeksi telah melandai, namun strategi vaksinasi Covid-19 hingga mencapai 70 persen dari total populasi tetap harus terus diterapkan di seluruh daerah.

“Masyarakat perlu berperan aktif dalam upaya pemerintah meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19,” kata Ketua Kelompok Penasihat Teknis Indonesia tentang Imunisasi Sri Rezeki, Minggu 9 Oktober 2022.

Hal itu dapat dilakukan dengan mendatangi puskesmas atau sentra vaksinasi guna mendapatkan vaksinasi.

Kendati kondisi pandemi Covid-19 makin terkendali, namun peningkatan cakupan vaksinasi justru sangat penting mendukung proses transisi menuju endemi.

Masa transisi itu pun, menurut Sri, harus didukung dengan penguatan protokol kesehatan dan peningkatan cakupan vaksinasi.

Hal tersebut merupakan kunci penting agar proses transisi menuju endemi berjalan dengan baik.

Di Indonesia, terdapat dua status kegawatdaruratan yang ditetapkan pemerintah terkait dengan pandemi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini