Manuver Alex Rins Singkirkan Marquez dari Puncak Podium GP Silverstone

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – GP Inggris menjadi milik Alex Rins pada Minggu 25 Agustus 2019. Pebalap Suzuki Ecstar tersebut meraih kemenangan keduanya musim ini dengan menjuarai balapan di Sirkuit Silverstone.

Awalnya, Rins start dari P5 dan mengalahkan Marc Marquez (Repsol Honda) dengan manuver dari sisi dalam di tikungan terakhir jelang finis. Manuver itu dilakukan setelah menempel ketat rival senegaranya itu sepanjang lomba.

Marquez finis runner-up dengan margin sangat tipis 0,013 detik. Sementara Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) melengkapi podium dengan finis ketiga.

Sementara Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) gagal menyelesaikan lomba setelah terjatuh di Tikungan 1 usai start. Termasuk Andrea Dovizioso (Ducati Team) tak bisa menghindari motor Quartararo yang tergelincir ke jalurnya, sehingga sang pebalap Ducati itu ikut terpelanting ke gravel hingga motornya terbakar.

Sementara itu, Valentino Rossi, yang start dari P2, gagal naik podium dan harus puas finis P4 diikuti oleh pebalap tim independen Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT).

Dengan raihan poin penuh, Rins kini mengoleksi 149 poin dan menggeser Danilo Petrucci (Ducati), terpaut empat poin, ke peringkat empat di klasemen sementara. Namun Marquez masih kokoh di puncak klasemen dengan 250 poin dengan tujuh balapan tersisa.

Andrea Dovizioso, yang kehilangan kesempatan mengejar poin, masih menguntit Marquez dengan selisih 78 poin di peringkat dua. Marquez merasa terbantu Rossi di kualifikasi GP Inggris

Berikut hasil MotoGP Inggris 2019
1 Alex Rins SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 40 menit 12,799 detik
2 Marc Marquez SPA Repsol Honda (RC213V) +0,013 detik
3 Maverick Viñales SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +0,620 detik
4 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) +11,439 detik
5 Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha (YZR-M1) +13,109 detik
6 Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) +19,169 detik
7 Danilo Petrucci ITA Mission Winnow Ducati (GP19) +19,682 detik
8 Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) +20,318 detik
9 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Factory (RC16) +21,079 detik
10 Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) +25,144 detik
11 Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* +40,317 detik
12 Sylvain Guintoli FRA Suzuki Ecstar (GSX-RR) +45,478 detik
13 Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) +54,783 detik
14 Jorge Lorenzo SPA Repsol Honda (RC213V) +56,651 detik
15 Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) +89,282 detik
16 Tito Rabat SPA Reale Avintia Ducati (GP18) +91,716 detik
17 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) +100,420 detik
Aleix Espargaro SPA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) DNF
Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* DNF
Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) DNF
Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha (YZR-M1)* DNF
Andrea Dovizioso ITA Mission Winnow Ducati (GP19) DNF
* Rookie.
DNF: tidak finis

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -

Baca berita yang ini