Ganjar Pranowo Tegur Warga yang Bakar Rumput di Pinggir Jalan Tol

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegur warga yang membakar rumput di area pinggir jalan tol. Beberapa hari lalu, kecelakaan beruntun terjadi yang diakibatkan asap tebal hasil bakar rumput.

Mobil rombongan Ganjar tiba-tiba berhenti di pinggir jalan tol Bawen-Ungaran setelah melihat ada warga yang membakar rumput di area pinggir jalan tol.

Ganjar menghampiri seorang bapak yang ada di lahan tersebut dan bercerita soal kecelakaan beruntun yang terjadi beberapa hari lalu akibat kepulan asap dari pembakaran rumput.

“Kemarin itu ada kecelakaan, ada yang meninggal gara-gara ini dibakar. Pokoknya mulai saat ini jangan dilakukan. Kalau ada temannya, nanti diberitahu,” ujar Ganjar.

“Jangan dibakar, ini nanti (asapnya) kalau sampai tol bisa terjadi kecelakaan. Kemarin ada kecelakaan pak. Mari sekarang dibantu memadamkan. Ayo dipadamkan pakai air,” katanya.

Beberapa hari lalu, satu orang tewas dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan 13 kendaraan bermotor di KM 253 ruas Tol Pejagan-Pemalang, Kabupaten Brebes. Penyebabnya adalah, pengguna jalan tol terganggu dengan asap tebal akibat ilalang yang dibakar di tepi jalan tol.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini