Beruntungnya! Fans Ini Diberi ‘Uang Jajan’ Oleh Member Super Junior

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Super Junior telah menyelesaikan konsernya di Indonesia pada 17 September 2022 di ICE BSD, Tangerang. Namun, ada momen lucu yang tak biasa terjadi sepulangnya mereka dari Indonesia.

Salah satu member Super Junior itu adalah Ryeowook, yang secara acak memberikan salah satu penggemarnya ‘uang jajan’ saat setibanya di bandara Korea Selatan. Ia memberikan uang itu menggunakan amplop putih.

Momen ini pun dibagikan oleh pengguna akun Twitter @yoo_nnyy. Ia mencuitkan momen itu dan memberitahukan bahwa isi amplopnya berisikan uang sebesar 150 ribu Rupiah dalam pecahan 50 ribu Rupiah.

“My Bro tiba-tiba buka jendela dan memberiku uang saku(?) Aku sangat terkejut. Beneran? Betulkah? Kupikir aku mengatakan hal itu seratus kali. Terima kasih oppa,” cuitnya dalam bahasa Korea.

Ia pun membagikan foto yang menampilkan Ryeowook yang memberinya amplop putih melalui kaca jendela mobil hitamnya.

Cuitan itu pun menjadi viral dan masih menjadi perbincangan netizen di media sosial. Banyak di antaranya yang mengaku iri pada penggemar yang beruntung itu.

“Bukan berapa nominalnya tapi siapa yang ngasihnya. Lucky banget yang dapet karena ini salah satu momen langka,” kata netizen.

“Berasa dapet cashback beli tiket konser.”

“Oleh-oleh dari Indonesia untuk K-Elf wkwkwk,” kata netizen lainnya.

Sementara itu, Ryeowook dan Siwon datang ke Jakarta lebih awal sebelum hari H konsernya. Mereka kepergok tengah berjalan-jalan di Kota Tua sekaligus membuat Vlog untuk akun YouTube-nya.

Ia tampak ceria saat berfoto dengan beberapa cosplay di Kota Tua dan juga saat bertemu penggemar yang menyadari kehadirannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini