Berikan Penghormatan untuk Ratu Elizabeth II, David Beckham Antre 12 Jam

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Sama seperti warga Inggris lainnya, legenda sepak bola David Beckham harus mengantre untuk memberikan penghormatan kepada Ratu Elizabeth II. Dia antre selama 12 jam.

Bersama dengan ribuan pelayat lainnya, Beckham antre pada Jumat 16 September waktu setempat. Mantan pesepakbola Manchester United itu berada di luar Westminster Hall dimana peti mati Ratu Elizabeth II disimpan sampai pemakamannya pada 19 September mendatang.

Sama seperti warga Inggris lainnya yang antre, Beckha, merasa emosional dengan meninggalnya Ratu Elizabeth II.

“Kita semua akan melalui ini. Sejujurnya, itu yang kami semua bayangkan. Kami semua ingin berada di sini bersama-sama,” ujarnya, dikutip dari BBC, Sabtu 17 September 2022.

“Kita semua ingin mengalami sesuatu di mana kita merayakan kehidupan ratu kita yang luar biasa dan saya pikir hal seperti ini hari ini dimaksudkan untuk dibagikan bersama,” katanya.

“Hari ini akan selalu sulit, dan sulit bagi bangsa, sulit untuk semua orang di seluruh dunia, karena saya pikir semua orang merasakannya, dan pikiran kami bersama keluarga dan semua orang di sini,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini