Ekonomi Tumbuh 3,04 Persen, Perhari 9.000 Wisatawan Kunjungi Bali

Baca Juga

MATA INDONESIA, BALI-Saat ini kasus Covid-19 di Bali terus menurun dan sudah stabil. Hal itu dikatakan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.

Menurunnya angka kasus baru ini ditandai dengan tingginya tingkat kesembuhan, serta berkurangnya pasien yang dirawat di rumah sakit dan tingkat kematian pasien Covid-19 mendekati angka nol.

Pencapaian yang sangat baik ini, merupakan keberhasilan membangun kekebalan tubuh masyarakat melalui vaksinasi yang sudah sangat tinggi.

“Vaksin ke satu, 105 persen, vaksin kedua mencapai 97 persen dan vaksin ke tiga, booster sudah mencapai 78 persen,” kata Koster saat memberikan sambutan Hari Jadi Provinsi Bali ke-64 dalam Rapat Paripurna ke-23 di Gedung DPRD Provinsi Bali, Minggu 14 Agustus 2022.

Dia menyebutkan, Provinsi Bali masuk kategori terbaik dalam penanganan Pandemi Covid-19 dan tercepat dalam pencapaian vaksinasi dengan vaksinasi booster tertingi di Indonesia.

Kemudian, sejalan dengan membaiknya kondisi Pandemi Covid-19 dan tingginya pencapaian vaksinasi di Bali.

Maka, dirinya mengambil langkah untuk menyakinkan Pemerintah Pusat agar Bali diberikan kelonggaran bagi wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik untuk berkunjung ke Bali tanpa karantina pada mulai 7 Maret 2022 lalu.

“Sejak saat itu, kunjungan wisatawan ke Bali terus mengalami peningkatan ditandai dengan saat ini, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali sudah mencapai lebih dari 9 ribu kedatangan setiap hari. Jumlah penerbangan internasional setiap hari ke Bali terus meningkat, dan saat ini sudah mencapai 23 maskapai dari berbagai negara,” jelasnya.

“Wisatawan domestik yang berkunjung ke Bali sudah mencapai di atas 10 ribu orang kedatangan setiap hari melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, belum dihitung melalui jalur darat,” katanya.

Peningkatan Wisatawan
Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali secara langsung berdampak kepada kenaikan hunian hotel, restoran semakin ramai, jalan mulai padat dan obyek wisata telah semarak kembali.

Dia juga menerangkan, sebelum Pandemi Covid-19 kedatangan wisatawan mancanegara yang ke Bali, pergerakannya antara 15 sampai 18 ribu kedatangan per hari.

“Target kami sebenarnya pada bulan Desember itu adalah mencapai 40 persen, akhir bulan Juli sudah mencapai lebih dari 50 persen,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini