Piala AFF U-16: Indonesia Sudah Kantongi Kekuatan dan Kelehaman Vietnam

Baca Juga

MATA INDONESIA, SLEMAN – Timnas Indonesia U-16 akan menghadapi Vietnam di laga pamungkas penyisihan Grup A Piala AFF U-16. Pelatih Bima Sakti mengaku sudah mengantongi kekuatan dan kelemahan lawan.

Indonesia akan menantang Vietnam, Sabtu 6 Agustus 2022 di Stadion Maguwoharjo. Kedua tim sama-sama mengemas enam poin dari dua pertandingan. Garuda Asia mencatatkan 11 gol tanpa kebobolan, sementara Vietnam 10 gol dan satu kebobolan.

Hasil imbang sebenarnya sudah cukup bagi Indonesia untuk lolos. Tapi, Bima tak ingin ambil risiko. Sebab, hanya satu tim yang lolos dari grup.

Sebagai persiapan melakukan laga terakhir, Bima Sakti mengatakan timnya melakukan latihan pagi hari, dengan menu-menu guna mengantisipasi permainan cepat Vietnam.

“Hari ini kami latihan small sided game dan simulasi bagaimana taktik kita dalam menghadapi perlawanan Vietnam nanti,” ujarnya.

Bima juga mengungkapkan sudah melihat bagaimana calon lawannya itu bermain.

“Kami ada videonya, mereka punya organisasi permainan yang bagus dan rapi. Jadi tadi kami latihan bagaimana cara membongkar pertahanan serta antisipasi serangan mereka,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini