Siti Badriah Blak-Blakan Cerita Pengalaman PDKT dengan Krisjiana, Pakai Google Translate Agar Terlihat Pintar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Rumah tangga antara Siti Badriah dan Krisjiana selalu dikenal adem ayem oleh para netizen. Keromantisan selalu ada menyelimuti hubungan keduanya.

Namun, baru-baru ini Siti Badriah secara blak-blakan menceritakan pengalaman PDKT-nya dengan sang suami Krisjiana.

Mereka pun menceritakan awal mula perkenalan keduanya yang ternyata bertemu dengan tidak sengaja di salah satu mall.

“Jadi ada temen aku di mall itu dan itu juga temennya Siti, pas aku kesana dikenalin sama temen aku oh yaudah gitu,” jelas Krisjiana.

Pedangdut yang akrab disapa Sibad tersebut mengaku bahwa dirinyalah yang lebih dulu suka kepada Krisjiana karena sangat masuk dengan kriteria pria idamannya.

“Ya kan cewenya gatel, Jadi aku kan udah 2 tahun jomblo terus pas ketemu dia itu tipe aku banget jadi aku curi-curi pandang ntar dia nengok, aku nunduk” ujar Sibad.

Setelah bertemu di mall, Krisjiana yang lebih dulu meminta nomor telepon Sibad, namun Sibad lah yang menghubungi lebih dulu dan direspon sangat lama oleh Kris karena menurutnya Sibad bukanlah tipenya.

“Aku chat ‘morning’ dibalesnya lama banget berhari-hari, dia gasuka tipenya dia tuh ya tinggi, rambutnya panjang, putih, pinter kan saya gak pinter,” kata Sibad.

Sibad pun mengaku, agar dapat terlihat pintar di depan Krisjiana ia menggunakan google translate saat chating dengannya.

“Tapi dia pura-pura pinter, gua suka ngetes gitu nih ngomong pake Bahasa Inggris dia jawab pake Bahasa Inggris ‘oh pinter juga nih bisa nyambung’ ternyata pas udah deket dia jujur pake google translate,” kata Krisjiana.

Cerita masa PDKT keduanya lantas membuat netizen merasa terhibur lantaran kisah romantis mereka sangatlah unik.

Diketahui, Krisjiana dan Siti Badriah resmi menjadi pasangan suami istri pada 25 Juli 2019 lalu. Dan setelah penantian selama 3 tahun, pasangan tersebut kini telah dikaruniai satu buah hati berjenis kelamin perempuan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Insta Julid (@insta_julid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini