Shin Tae-yong Sindir Thailand dan Vietnam di Postingan Instagram

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong masih kesal dengan aksi Thailand dan Vietnam. Dia menyindir kedua tim itu via postingan di Instagram.

Indonesia gagal lolos ke semifinal Piala AFF U-19 meski di laga pamungkas menghajar Myanmar 5-1. Pasalnya, di laga lain Thailand dan Vietnam main imbang 1-1.

Ketiga tim sama-sama mengemas 11 poin, tapi Indonesia kalah head-to-head dari Thailand dan Vietnam meskipun skuat Garuda Nusantara menjadi tim paling produktif dengan mencetak 17 gol dan hanya kebobolan dua gol.

Thailand dan Vietnam dituding ‘main mata’ karena skor 1-1 cukup bagi kedua tim lolos ke semifinal. Di 15 menit terakhir, para pemain hanya mengoper bola tanpa ada keinginan mencetak gol tambahan dan memenangkan pertandingan.

Shin Tae-yong mengkritik keras apa yang ditunjukkan Thailand dan Vietnam. Via Instagram, pelatih asal Korea Selatan itu menyebut-nyebut soal fair play.

“Apa kah ini benar Fairplay yang sebenar-benarnya? Saya ingin tanya kepada para fans bola. Sangat mengecewakan sebagai pelatih kepala yang pekerjaannya sama,” tulisnya.

“Apa yang para pemain muda bisa rasakan dan apa yang para pemain muda bisa belajar dari pertandingan tersebut?” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, sudah lebih dari 370 ribu yang menonton unggahan Shin Tae-yong.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini