Piala AFF U-19: Selain Finishing, Timnas Indonesia Perbaiki Mental dan Fisik

Baca Juga

MATA INDONESIA, BEKASI – Timnas Indonesia U-19 akan menghadapi Brunei Darussalam di laga kedua Grup A Piala AFF U-19. Selain penyelesaian akhir (finishing), sisi mental dan fisik juga perlu diperbaiki.

Laga Indonesia melawan Brunei akan digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Senin 4 Juli 2022. Sebelumnya, skuat Garuda Nusantara bermain imbang tanpa gol lawan Vietnam.

Di laga tersebut, penyelesaian akhir menjadi bahan evaluasi. Dari banyak peluang tercipta, tak ada satu pun yang membuahkan gol. Tak hanya penyelesaian akhir, mental dan fisik juga perlu ditingkatkan.

“Persiapan cuma menyiapkan mental dan fisik saja, soalnya (sebenarnya) kemarin mental sudah bagus, tinggal meningkatkan mental biar bisa ambil kemenangan,” ujar penyerang timnas U-19, Hokky Caraka.

“Evaluasi pelatih kemarin cuma finishing depan gawang dan ambil posisi kita di depan gawang karena masih agak kurang ya. Mungkin kita bisa memperbaiki lagi,” katanya.

Meski baru berkumpul bersama dalam waktu singkat, Hokky mengaku tak mengalami kesulitan komunikasi dengan rekan-rekannya yang lain.

“Kami sudah mulai akrab satu sama lain. Kalau bicara sudah tidak ada ragu-ragu lagi tetapi masih ada sedikit miskomunikasi di beberapa peluang akhirnya gagal menjadi gol,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini