Warga Gunung Kidul Diberdayakan Lewat Program Padat Karya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Program padat karya tahap II kembali digelar oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui UPT Distrik Navigasi Kelas III Cilacap.

Program ini dilakukan untuk membantu mempercepat peningkatan perekonomian masyarakat yang terkena dampak Pandemi covid-19.

Kegiatan padat karya yang dilaksanakan di Lingkungan Menara Suar Baron merupakan kegiatan yang kedua kalinya, di 2022 yang melibatkan masyarakat sekitar Menara Suar Baron, Gunungkidul.

“Padat karya ini berlangsung secara berkelompok dengan diawasi tenaga terlatih yang berasal dari unsur masyarakat untuk memastikan hasil pekerjaan yang berkualitas,” ujar Kepala Distrik Navigasi Kelas III Cilacap, Suyadi.

Dia menerangkan bahwa kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk komitmen dalam mendukung pemulihan perekonomian, dan pemberdayaan masyarakat dengan harapan akan memberikan perluasan kesempatan kerja serta menjaga daya beli masyarakat lapis bawah.

“Padat Karya itu bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran akibat dari pandemi covid-19, memberdayakan perekonomian masyarakat, menjalin rasa kekeluargaan, dan mengedukasi masyarakat untuk membangun pola hidup yang produktif, serta menjaga kebersihan, dan keindahan lingkungan,” katanya.

Adapun peralatan yang digunakan bersifat sederhana, dan mengutamakan penggunaan material/bahan baku lokal serta upah kerja diberikan secara langsung kepada masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Padat karya itupun disambut baik oleh Sekretaris Desa Kemadang, Suminto. Ia berharap kegiatan tersebut dapat diadakan setiap tahun guna membantu masyarakat yang memerlukan pekerjaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Revitalisasi Irigasi Daerah Percepat Terwujudnya Swasembada Pangan Nasional

Oleh: Kevin Purba )*Pemerintah terus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melaluipercepatan pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi di berbagaidaerah. Langkah tersebut menjadi bagian penting dari strategi besarmewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan sekaligusmemastikan sektor pertanian mampu tumbuh lebih produktif dan kompetitif. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tantanganperubahan iklim, keberadaan sistem irigasi yang andal menjadi faktorutama dalam menjaga kesinambungan produksi pertanian nasional.Selain pembangunan infrastruktur dasar lainnya, penanganan irigasidaerah menjadi salah satu fokus utama pemerintah karena memilikidampak langsung terhadap produktivitas lahan pertanian dan kesejahteraan petani. Melalui perbaikan jaringan pengairan, pemerintahberupaya memastikan setiap lahan pertanian memperoleh akses air yang memadai sepanjang musim tanam.Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwapercepatan pelaksanaan program prioritas Presiden terus dikawal secaraketat. Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada penyelesaianproyek secara cepat, tetapi juga memastikan mutu pekerjaan, ketepatansasaran, serta akuntabilitas pelaksanaannya. Salah satu capaian penting yang menunjukkan keseriusan pemerintahterlihat pada program penanganan irigasi daerah. Program tersebutditargetkan menjangkau jaringan irigasi yang melayani area pertanianseluas 19.760 hektare. Hingga akhir Mei 2026, progres fisikpelaksanaannya telah mencapai 82,73 persen, menunjukkan bahwarevitalisasi infrastruktur pengairan berjalan sesuai arah yang telahditetapkan.Kemajuan tersebut menjadi indikator positif bahwa pemerintahmenempatkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan nasional. Keberadaan jaringan irigasi yang lebih baik akan meningkatkanketersediaan air bagi petani sehingga aktivitas budidaya dapatberlangsung secara lebih optimal. Keberhasilan percepatan program pembangunan infrastruktur tercerminpula dari realisasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum yang menunjukkan tren positif. Hingga akhir Mei 2026, realisasi anggaran telahmencapai Rp33,49 triliun atau 31,39 persen dari total pagu yang tersedia. Sementara itu, progres fisik mencapai 35,71 persen, lebih tinggidibandingkan capaian pada periode yang sama dalam dua tahunsebelumnya.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga datang dari DPR RI. KetuaKomisi V DPR RI, Lasarus, memberikan apresiasi terhadap kinerjaKementerian Pekerjaan Umum dalam menjalankan berbagai program strategis. Menurutnya, percepatan pelaksanaan pembangunan perlu terusdilakukan agar target pembangunan nasional dapat tercapai secaraoptimal dan manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat.Lasarus menilai pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah dan DPR dalam memastikan program prioritas Presiden berjalan efektif. Kolaborasi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan diyakini akanmempercepat pencapaian berbagai target pembangunan, termasuk dalambidang ketahanan pangan yang saat ini menjadi salah satu fokus utamapemerintah.Upaya memperkuat irigasi juga dilakukan oleh pemerintah daerah. Di Provinsi Bengkulu, percepatan penyelesaian persoalan irigasi menjadiperhatian utama dalam mendukung Program Cetak Sawah Rakyat...
- Advertisement -

Baca berita yang ini