Hebat, Bank Dunia Nilai Ekonomi Indonesia Masuk Kategori Kuat di Tengah Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bank Dunia melalui laporan “Global Economic Prospects: East Asia and the Pacific June 2022,” menyebut ekonomi Indonesia pulih dari efek pandemi covid-19 pada tahun ini.

Bahkan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) pada Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu menyatakan ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang paling kuat di tengah risiko global.

Ekonomi Indonesia, diperkirakan akan tumbuh 5,1 persen pada tahun karena didukung permintaan domestik yang lebih kuat serta kenaikan harga komoditas.

“Ekonomi Indonesia menunjukkan resiliensi di tengah gejolak global yang terjadi,” kata Febrio.

Namun, di tahun depan atau 2023, Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh hingga 5,3 persen.

Angka-angka itu menunjukkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil di ASEAN.

Sebab, negara-negara lainnya masih berfluktuasi seperti Thailand yang ekonominya baru pulih tahun depan dengan angka 4,3 persen.

Sementara ekonomi Filipina yang tahun ini diproyeksikan tumbuh menjadi 5,7 persen akan menjadi moderat di angka 5,6 persen tahun depan.

Ada pun ekonomi Malaysia akan pulih menjadi 5,5 persen pada tahun ini karena permintaan domestik meningkat karena tingginya tarif vaksinasi.

Tetapi, tahun depan angkanya akan turun menjadi 4,5 persen karena memudarnya dukungan dari ekspor dan pengetatan fiskal maupun kebijakan moneter.

Kondisi yang lebih baik dari Indonesia terjadi di Vietnam seiring penghapusan pembatasan terkait Covid-19.

Ekonomi negeri sosialis tersebut akan tumbuh 5,8 persen tahun ini, namun semakin menguat menjadi 6,5 persen pada tahun 2023.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pengawasan dan Transparansi MBG Jadi Prioritas Utama Pemerintah

Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya...
- Advertisement -

Baca berita yang ini