Mulai 3-5 Juni 2022, Sistem Ganjil Genap Diberlakukan di Sentul dan Puncak Bogor

Baca Juga

MATA INDONESIA, BOGOR-Pengaturan rekayasa lalu lintas ganjil genap di Puncak Bogor dan Sentul kembali diberlakukan menjelang akhir pekan. Ganjil Genap (Gage) mulai berlaku pada Jumat 3 Juni 2022 sampai Minggu 5 Juni 2022.

Jam Operasional Ganjil Genap Puncak Bogor dan Sentul dimulai dari 3-5 Juni 2022 dimulai pada pukul 14.00 WIB (Jumat) dan berakhir pada pukul 24.00 WIB (Minggu).

Pemberlakuan Ganjil Genap di Puncak Bogor dan Sentul berada di 8 pos check point dengan lokasi sebagai berikut :
1. Simpang Gadog
2. Sentul Utara
3. Cibanon
4. Pasing angin
5. Rainbow Hills
6. Gate Tol Ciawi
7. Bellanova
8. Penutupan Arus Bendungan

Kali ini pengaturan rekayasa lalu lintas ganjil genap tidak hanya berlaku bagi kendaraan roda empat tetapi juga kendaraan roda dua. Maka dari itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui lokasi dan jam operasional di Puncak Bogor dan Sentul.

Sistem rekayasa lalu lintas one way juga akan diberlakukan apabila terjadi kepadatan kendaraan selama pemberlakuan ganjil genap, petugas di lapangan akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai sistem rekayasa lalu lintas di kawasan Puncak Bogor dan Sentul melalui akun sosial media TMC Polres Bogor.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini