Pelemahan Sektor Keuangan Bawa IHSG Ke Zona Merah

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) alias tolok ukur sejumlah saham di BEI ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa 13 Agustus 2019 sore. IHSG ditutup di level 6.210,96 atau turun 0,63 persen.

Mengutip data pada RTI Bussines, investor membukukan transaksi sebesar 8,18 triliun rupiah dengan volume transaksi sebesar 15,84 miliar saham. Sementara, investor asing melakukan aksi jual bersih di seluruh pasar sebesar 321,83 miliar rupiah.

Selain itu, pada penutupan kali ini, 152 saham bergerak menguat, sedangkan 260 saham rontok, dan 132 lainnya tidak bergerak.

Kemudian, hampir seluruh indeks sektoral melemah. Dengan sektorBasic-Ind (-2.295%), Manufactur (-1.501%), Consumer (-1.265%), Misc -Ind (-0.947%), Infrastructur (-0.41%), Mining (-0.373%), Finance (-0.344%), Property (-0.083%).

Pelemahan IHSG juga dialami mayoritas indeks saham Asia. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang turun 0,37 persen, Hang Seng di Hong Kong turun 2,10 persen, dan Shanghai Composite Index turun 0,63 persen. Strait time index Singapura turun 0,98 persen.

Kondisi serupa terjadi pada indeks saham di Eropa. Indeks DAX di Jerman turun 0,47 persen dan FTSE100 di Inggris turun 0,39 persen.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini