Jakpro dan Ancol Alami Rugi Rp 1 Triliun Bangun Sirkuit Formula E, Politisi Gerindra Minta Aparat Hukum Bertindak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Politisi Gerindra Arief Poyuono meminta aparat hukum terutama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan dan Polri segera bertindak menyelidiki penyebab Jakpro dan Ancol mengalami kerugian lebih dari Rp 1 triliun.

“Sekarang Jakpro dan Ancol rugi nih Rp 1,09 T. Nah ini bisa bentuk kerugian bisnis apa kerugian karena dikorupsi, ini perlu diselidiki KPK, Kejaksaan dan Polri,” ujar Arief melalui pernyataan tertulisnya yang dilihat, Kamis 26 Mei 2022.

Seperti ramai diberitakan, jelang perhelatan balap Formula E, beredar kabar presiden komisaris kontraktor sirkuit mengundurkan diri.

Selain itu, penyelenggara kegiatan yakni PT Jakpro dan PT Jaya Ancol sebagai penyedia lokasi balap dilaporkan mengalami kerugian triliunan.

Presiden Komisaris PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON), Trisna Muliadi adalah pejabat yang dikabarkan mengundurkan diri itu.

Pengunduran diri Trisna Muliadi selaku Presiden Komisaris perseroan tersebut diketahui sudah dilakukan sejak 20 Mei 2022 lalu.

Umar Ganda, Wakil Presiden Direktur JKON menyampaikan itu lewat surat terbuka, Selasa 24 Mei 2022.

Meski demikian, Umar meyakinkan bahwa pengunduran diri Presiden Komisaris PT Jaya Konstruksi tidak akan memberikan dampak apapun terhadap perusahaan.

JKON adalah emiten konstruksi Grup Jaya, yang sebelumnya pada Februari lalu telah terpilih sebagai pemenang tender sirkuit Formula-E.

JKON terpilih sebagai pemenang tender sirkuit Formula-E setelah mengikuti proses pelaksanaan tender dan beberapa tahapan seleksi yang digelar PT Jakarta Propertindo (JakPro).

PT Jakpro selaku perusahaan BUMD penyelenggara kegiatan tersebut diketahui mengalami kerugian usaha senilai Rp 427,94 miliar.

Sementara, PT Pembangunan Jaya Ancol yang lokasi usahanya dijadikan tempat kegiatan Formula E mengalami kerugian usaha senilai Rp 667,90 miliar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini