Pemulihan Ekonomi harus Mengakomodasi Penciptaan Lapangan Kerja

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Momentum pemulihan ekonomi yang diiringi dengan risiko inflasi saat ini perlu terus dijaga agar tetap mengakomodasi penciptaan lapangan kerja. Hal itu diungkapkan oleh Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia Teuku Riefky.

Selama pandemi covid-19, banyak masyarakat yang kehilangan lapangan pekerjaan, sehingga pengangguran meningkat dan angka ketimpangan naik.

“Ini yang kita tidak mau ke depannya saat ekonomi pulih bahwa hanya masyarakat tertentu yang bisa kembali ke pasar tenaga kerja,” katanya.

Ia menjelaskan pemulihan ekonomi dengan penciptaan lapangan kerja akan menjadikan pembangunan yang lebih inklusif di tengah berbagai risiko seperti inflasi dan pandemi yang masih berlangsung.

Maka dari itu, hal tersebut harus menjadi fokus pemerintah paling tidak hingga akhir tahun 2022, bahkan untuk tahun 2023.

Sementara itu, Riekfy menyebutkan risiko inflasi menjadi tantangan yang saat ini cukup menghantui pemulihan ekonomi di Tanah Air.

“Implikasinya apa terhadap pemulihan ekonomi? Inflasi akan menggerus daya beli masyarakat khususnya yang sedang menikmati pemulihan ekonomi, sehingga perlu diantisipasi tidak hanya masyarakat, dunia usaha, tetapi pemerintah,” jelasnya.

Ia menyarankan salah satu langkah yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi inflasi adalah dengan melakukan komunikasi publik terkait bagaimana kebijakan yang akan diambil untuk menghadapi inflasi.

Langkah tersebut sangat penting agar dunia usaha bisa mempersiapkan seberapa besar kenaikan ongkos tenaga kerja dan harga produk yang dijual, sedangkan bagi masyarakat agar bisa bersiap berapa banyak tabungan yang harus dialokasikan untuk menghadapi inflasi.

Sementara dari sisi fiskal, dia berpendapat pemerintah perlu mendorong subsidi bantuan sosial, energi, hingga pangan agar lebih tepat sasaran, lantaran masih terdapat beberapa subsidi bahan bakar yang masih bisa dinikmati masyarakat menengah ke atas.

“Padahal target subsidi bahan bakar itu warga miskin dan rentang, sehingga ini membuat inefisiensi untuk postur fiskal lainnya,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Optimalisasi Bendungan dan Irigasi Perkuat Ketahanan Indonesia di Tengah Kemarau

Oleh: Alfariz Ghani )*Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang pada 2026 menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kesiapan yang matang. Ancaman penurunan ketersediaan air, gangguan produksi pangan, hinggameningkatnya risiko kekeringan di berbagai daerah menuntut langkahantisipatif yang terukur. Dalam situasi musim kemarau seperti ini, pemerintah menunjukkankeseriusannya dengan menempatkan optimalisasi bendungan dan jaringan irigasi sebagai fondasi utama menjaga ketahanan nasional.Langkah yang dilakukan pemerintah menjadi sangat penting mengingathasil kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau tahun 2026 bertepatan dengan fenomena El Nino yang berpotensi membuat kondisi lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis Indonesia. Pemerintah tidak menunggu dampak kemarau terjadi. Sejak awal, berbagai strategi telah disiapkan untuk memastikan pasokan air tetaptersedia dan sektor pertanian tetap produktif. Kementerian PekerjaanUmum menegaskan bahwa musim kemarau yang datang lebih awal dan berlangsung lebih lama perlu diantisipasi melalui langkah yang terencana, terukur, dan terintegrasi.Dalam menghadapi kondisi tersebut, bendungan memiliki peran yang sangat strategis. Keberadaan bendungan tidak hanya berfungsi sebagaipenampung air saat musim hujan, tetapi juga menjadi sumber pasokanutama ketika curah hujan menurun. Melalui pengelolaan yang tepat, air yang tersimpan dapat dimanfaatkanuntuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mendukung sektor pertanian, hingga menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.Pemerintah memahami bahwa keberhasilan bendungan tidak hanyaditentukan oleh kapasitas tampungannya. Yang tidak kalah penting adalahbagaimana air yang tersedia dapat didistribusikan secara efektif melaluijaringan irigasi yang andal. Karena itu, penguatan sistem irigasi menjadibagian penting dari strategi nasional menghadapi kemarau.Pelaksana Harian Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Adenan Rasyid, menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkansejumlah langkah prioritas dalam menghadapi kemarau panjang. Salah satunya adalah optimalisasi operasi tampungan air melalui pengaturanalokasi yang berbasis data dan kebutuhan prioritas. Pendekatan inimemungkinkan setiap tetes...
- Advertisement -

Baca berita yang ini