Kecam Serangan Brutal Israel, Arab Saudi: Palestina Tanggung Jawab Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, RIYADH – Konflik Israel – Palestina kembali bergejolak. Pada Jumat (15/4), pasukan Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, menutup gerbangnya, dan menyerang jamaah yang tidak bersenjata di dalam masjid dan di halaman luarnya.

Akibat serangan tersebut, lebih dari 150 warga Palestina terluka dalam kekerasan paling serius di situs suci tersebut dalam kurun hampir satu tahun – setelah warga Palestina bentrok dengan polisi Israel di masjid Al-Aqsa ketika ribuan orang berkumpul untuk salat selama bulan suci Ramadan.

Serangan ini pun menuai kecaman keras dari Kerajaan Arab Saudi. Kementerian Luar Negeri Kerajaan menganggap eskalasi sistematis ini sebagai serangan terang-terangan terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa dan signifikansinya bagi bangsa Islam, dan pelanggaran terhadap resolusi serta perjanjian internasional yang relevan.

“Kerajaan meminta masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawabnya dalam meminta pasukan pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas akibat dari kejahatan dan pelanggaran yang sedang berlangsung ini terhadap orang-orang Palestina yang tidak berdaya, tanah mereka dan tempat-tempat suci mereka, dan pada peluang untuk menghidupkan kembali proses perdamaian di Timur Tengah,” tutur kementerian itu dalam sebuah pernyataan, melansir Arab News, Sabtu, 16 April 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini