Kabel Laut Sumatera-Bangka Beroperasi, Perekonomian Bangka akan Bangkit

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANGKA – Perekonomian yang mendapat dukungan sektor industri terus tumbuh seiring beroperasinya interkoneksi kabel listrik bawah laut Sumatera-Bangka.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman optimistis dua sektor unggulan yakni perikanan dan pengolahan tambang semakin optimal karena kebutuhan daya listrik dalam jumlah besar terpenuhi.

“Terhubungnya interkoneksi Sumatera-Bangka ini akan membuka peluang bagi investor untuk membangun industrinya di Bangka,” kata Erzaldi saat peninjauan landing point kabel laut di Mentok, Bangka Barat, Rabu 6 April 2022.

Erzaldi menuturkan, sektor perikanan yang kini memperlihatkan perkembangan yakni tambak udang vaname.

Tambak udang untuk ekspor itu membutuhkan listrik untuk kincir saat tebar bibit hingga masa panen.

Kemudian di sektor tambang, ada industri pengolahan mineral ikutan timah berupa elminit yang baru beroperasi.

Daya yang dibutuhkan untuk industri tersebut bisa mencapai 5 MW.

“Kehadiran investor juga akan membuat pertumbuhan listrik di Bangka Belitung tertinggi di Indonesia seperti tahun sebelumnya,” ujar Erzaldi.

General Manager PLN UIW Bangka Belitung Amris Adnan mengatakan, pasokan listrik di sistem Bangka semakin andal dengan beroperasinya kabel laut Sumatera – Bangka.

Kabel dengan tegangan 150 KV itu saat ini mengantarkan daya sebesar 30 MW dan bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan.

“Alhamdulillah, setelah beberapa kali pengunduran karena faktor alam, interkoneksi Sumatera – Bangka akhirnya terhubung. Kami juga telah melakukan uji coba,” kata Amris.

Ada pun kabel bawah laut menyedot investasi Rp 1 triliun lebih dan menjadi salah satu proyek strategis nasional.

Kabel dibentangkan dari daerah Banyuasin, Sumatera Selatan dan mendarat di landing point Mentok, Bangka Barat sepanjang 36 kilometer sirkuit (KMs).

Saat ini baru satu lapis jaringan (dari tiga jaringan) yang terhubung ke sistem interkoneksi Sumatera – Bangka. Sementara lapis kedua ditargetkan mulai operasi pada September 2022

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini