Awas! Ini Akibatnya Jika Kurang Minum Air Putih saat Puasa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Saat puasa, kita harus menahan haus dan lapar selama lebih dari 12 jam. Tubuh akan terasa lemas dan tak bersemangat menjalankan aktivitas.

Namun, menjelang berbuka, beragam takjil sudah menghantui kepala kamu. Mulai dari gorengan, hingga beragam minuman manis dan menyegarkan.

Kalau sudah begitu, minuman yang dingin dan berasa tentu menjadi pilihan yang menyegarkan. Hal ini membuat kamu jadi kurang mengonsumsi air putih karena merasa terlena dengan nikmatnya minuman manis.

Padahal, manfaat air putih saat berpuasa sangat baik untuk tubuh lho! Kita dianjurkan untuk mengonsumsi air putih delapan gelas atau dua liter per hari. Jika kurang meminum air putih, ada banyak masalah kesehatan yang mengintai tubuhmu.

Biar kamu gak malas lagi minum air putih saat berbuka dan sahur, yuk simak deretan masalah kesehatan yang bisa terjadi jika kamu kurang minum air putih.

  1. Dehidrasi

Hal pertama yang bisa menimpamu ialah merasa kehausan dan dehidrasi. Dilansir Hello Sehat, dehidrasi adalah kondisi di mana keseimbangan cairan tubuh menjadi negatif, yaitu lebih banyak cairan yang keluar dibandingkan yang masuk.

Keseimbangan cairan negatif yang menyebabkan dehidrasi terjadi karena kurangnya asupan cairan. Jika kamu tidak segera mengganti cairan yang hilang, maka tubuhmu akan mengalami dehidrasi. Kondisi ini akan sangat berbahaya, terutama pada anak-anak dan orang lanjut usia (lansia).

2. Konsentrasi Menurun

Selain menyebabkan dehidrasi, kurang minum air putih juga menyebabkan konsentrasi menurun. Hal ini disebabkan minimnya oksigen yang mengalir ke otak akibat konsumsi air putih yang kurang.

3. Mudah Lelah

Jika merasa mudah lelah dan lemas saat berpuasa, bisa jadi itu akibat dari kamu kurang mengonsumsi air putih. Kurang minum air menyebabkan kehilangan cairan tubuh dalam jumlah besar.

Akibatnya, kekurangan cairan bisa menurunkan volume darah yang memberikan tekanan berlebih pada jantung untuk mengirimkan nutrisi dan oksigen ke organ, termasuk otot. Efeknya, kita akan merasa lelah karena tubuh mencoba berfungsi tanpa air yang cukup.

4. Sembelit

Jangan salah, kurnag minum air putih juga bikin pencernaan jadi tak lancar lho! Alhasil, pencernaan kamu pun bermasalah dan jadi mengalami sembelit.

Pada dasarnya, air berfungsi untuk menjaga tekstur feses agar tetap lembut dan tidak keras. Selain itu, air juga akan meningkatkan kinerja sistem pencernaan dan membuat feses bergerak lebih mudah melalui saluran pencernaan.

5. Mulut Bau

Satu lagi masalah kesehatan yang menngintai jika kamu kurang minum air putih ialah bau mulut. Rupanya, air berperan penting untuk memproduksi air liur dan membilas bakteri yang ada di mulut.

Maka, jika kamu kurang minum, akan muncul banyak bakteri yang membuat mulutmu bau!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini