Korea Selatan Paling Banyak, Covid-19 Dunia Naik 1,4 Juta dalam Sehari

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW YORK – Di saat kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia melandai, di seluruh dunia malah sebaliknya. Dalam 24 jam terakhir, jumlah korban Covid-19 di seluruh dunia naik. Jumlahnya 1.459.346 dalam satu hari. Korea Selatan menjadi negara penyumbang kenaikan kasus harian tertinggi, yakni 347.374 kasus.

Berdasarkan data World O Meters, Rabu 30 Maret 2022 pagi, total kasus Covid-19 dunia selama dua tahun pandemi menjadi 484.870.828.

Selain Korea Selatan, negara-negara yang terpapar Covid-19 adalah

  • Jerman mencatat ratusan ribu kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir, yakni 237.858 kasus.
  • Prancis yang melaporkan 217.480 kasus baru.
  • Italia dengan 99.457 kasus
  • Australia dengan 60.248 kasus baru.

hingga hari ini jumlah kasus aktif mencapai 59.789.270 kasus. Dari angka tersebut, ada 58.250 pasien dalam kondisi kritis.

Jumlah kasus kritis terbanyak ada di

  • India, yakni 8.944 kasus.
  • Brasil dengan 8.318 kasus
  • Meksiko 4.798 kasus
  • keempat Vietnam 3.401 kasus
  • Indonesia dengan 2.771 kasus.

Dalam 24 jam terakhir, 3.955 korban jiwa akibat Covid-19n di seluruh dunia. Dengan demikian, total kasus kematian mencapai 6.155.771 kasus.

  • Amerika Serikat (AS) menempati urutan pertama dalam jumlah kasus kematian baru tertinggi, yakni 711 kasus.
  • Rusia dengan 339 kasus.
  • Jerman dengan 331 kasus.
  • Inggris pada urutan keempat dengan 303 kasus
  • Brasil dengan 282 kasus kematian.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG 3T: Pemerataan Program Gizi Nasional

Oleh : Andika PratamaPendekatan pemerataan pembangunan tidak dapat hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk ke wilayah perkotaan atau dari pesatnya pembangunan infrastruktur di pusat-pusatekonomi. Tolok ukur keberhasilan pembangunan nasional juga terletak pada kemampuan negara menghadirkan layanan dasar secara adil hingga menjangkau masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dalam konteks tersebut, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan strategis yang menunjukkan komitmen pemerintah untukmemastikan tidak ada warga negara yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pemenuhan giziyang layak. Kehadiran skema khusus MBG bagi wilayah 3T merupakan bukti bahwa pemerintahmemahami tantangan geografis Indonesia sekaligus berupaya menghadirkan solusi yang adaptifterhadap kondisi di lapangan.Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional bersama Badan Komunikasi Pemerintah menunjukkankeseriusan dalam merancang mekanisme khusus pelaksanaan MBG di daerah 3T. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menjelaskan bahwa karakteristik wilayah 3T berbeda dengan kawasan perkotaan sehingga membutuhkan skema pelayanan tersendiri. Kondisigeografis yang sulit dijangkau, jumlah penduduk yang relatif sedikit, hingga keterbatasaninfrastruktur menjadi faktor yang menyebabkan model pelayanan konvensional melalui SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi belum sepenuhnya dapat diterapkan secara optimal. Pernyataantersebut mencerminkan bahwa pemerintah tidak sekadar memaksakan satu pola kebijakannasional, melainkan memilih pendekatan yang lebih fleksibel agar manfaat program benar-benardapat dirasakan masyarakat sesuai kebutuhan masing-masing daerah.Langkah pemerintah untuk mengevaluasi berbagai alternatif mekanisme distribusi juga menunjukkan adanya kebijakan yang berbasis pada realitas lapangan. Pemanfaatan kantinsekolah sebagai salah satu opsi pelayanan merupakan bentuk inovasi yang patut diapresiasi. Namun pemerintah juga memahami bahwa tidak seluruh sekolah di wilayah 3T memiliki fasilitastersebut. Karena itu, berbagai alternatif lain masih terus dikaji agar pelaksanaan MBG tetapberjalan efektif tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Program MBG sesungguhnya memiliki dimensi pembangunan yang jauh lebih luas dibandingsekadar penyediaan makanan bergizi. Program ini menjadi investasi jangka panjang dalammenciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan mampu bersaing di tingkatglobal. Perbaikan status gizi sejak usia dini akan berkontribusi terhadap penurunan angkastunting, peningkatan kemampuan belajar anak, serta penguatan kualitas pendidikan nasional. Dalam jangka panjang, kualitas sumber daya manusia yang lebih baik akan meningkatkan dayasaing bangsa, termasuk dalam berbagai indikator pendidikan internasional seperti Programme for International Student...
- Advertisement -

Baca berita yang ini