Kado HUT RI, Daud Jordan Rebut Gelar WBC International Challenge

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Gelar WBC International Challenge kelas ringan super berhasil direbut oleh petinju kebanggaan Indonesia Daud Yordan usai mengalahkan petinju Thailand Aekkawee Kaewmanee, Minggu 4 Agustus 2019.

Bertanding di Pattaya, Thailand, Daud Yordan tidak gentar. Dia berhasil mengakhiri perlawanan Aekkawee Kaewmanee di ronde kelima. Aekkawee Kaewmanee memilih tak melanjutkan pertarungan ketika ronde keenam dimulai.

Atas kemenangan ini dirinya persembahkan sebagai kado hari ulang tahun ke-74 Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2019 nanti.

Setelah berhasil memenangkan pertarungan perebutan gelar WBC International Challenge, Petinju berjuluk Cino ini mengincar gelar juara WBC World Silver pada November mendatang.

Kemenangan pada laga ke-44 tersebut membuat Daud bersemangat menatap kiprah di bawah badan tinju WBC. Setelah meraih gelar WBC International Challenge, Daud akan tampil di ajang WBC World Silver sebelum masuk dalam level kejuaraan dunia WBC.

“Setelah ini saya akan beristirahat sebentar. Lalu, saya akan kembali ke sasana untuk berlatih sambil menunggu apa yg sudah dipersiapkan oleh promotor. Saya dan tim akan mempersiapkan diri untuk bulan November,” katanya.

Mahkota Promotion memang sudah menyiapkan langkah agar petinju 32 tahun itu tampil dalam perebutan sabuk juara WBC World Silver pada akhir tahun 2019 di Bali.

 

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini