German Open 2022: Rinov/Pitha ke Perempatfinal, Jonatan dan Ginting Tersingkir

Baca Juga

MATA INDONESIA, MULHEIM – Ganda campuran Rinov Rivaldy/Pithan Haningtyas Mentari melangkah ke perempatfinal German Open 2022. Tapi, langkah dua tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie terhenti.

Berlaga di Westenergie Sporthalle hari Kamis 10 Maret 2022, Rinov/Pitha hanya perlu waktu 30 menit untuk menyudahi perlawanan pasangan asal Jepang, Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo, 21-9 dan 21-16.

“Hari ini kami bermain fokus, berani menyerang dari awal dan saling percaya sama partner. Tadi saya sama Rinov lebih siap daripada saat pertemuan terakhir. Lebih memaksa buat main cepat dan tidak kasih mereka menyerang. Benar kata Rinov tadi, mereka juga tidak di form terbaik. Itu mungkin bedanya kali ini,” kata Pitha.

“Lawan juga sedang tidak enak mainnya. Jadi kami memanfaatkan kesempatan untuk menyerang terus. Tidak memberikan kesempatan lawan untuk berkembang,” sambung Rinov.

Di perempatfinal, Rinov/Pitha akan menghadapi pasangan asal Inggris, Marcus Ellis/Lauren Smith, Jumat 11 Maret 2022.

“Yang pasti bersyukur sudah sampai perempatfinal. Untuk besok harus lebih siap dan lebih bagus. Kami mau terus karena ada target. Tapi step by step,” ucap Rinov.

Di laga lain, Jonatan dan Ginting gagal melaju ke perempatfinal. Jonatan dikalahkan Kunlavut Vitidsarn (Thailand), 20-22 dan 9-21, sedangkan Ginting ditundukkan wakil India, Lakshya Sen, 7-21 dan 9-21.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini