Dicoret FIFA dari Piala Dunia 2022, Rusia: Ini Diskriminatif

Baca Juga

MATA INDONESIA, MOSKOW – Federasi Sepak Bola Rusia bereaksi keras atas keputusan FIFA dan UEFA memberikan sanksi pada timnas dan klub asal Rusia.

FIFA dan UEFA sama-sama menjatuhkan sanksi pada timnas Rusia dan klub imbas dari invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina yang dimulai pada Kamis 24 Februari 2022.

Timnas Rusia dilarang tampil di Piala Dunia 2022 di Qatar, sementara satu-satunya klub Rusia yang tersisa di Liga Europa, Spartak Moskow, gugur di babak 16 besar.

“Ini merupakan tindakan diskriminatif dan menyakiti sejumlah besar atlet, pelatih, dan pekerja di klub dan juga tim nasional,” bunyi pernyataan federasi sepak bola Rusia.

“Yang paling penting, keputusan ini menyakiti jutaan rakyat Rusia dan penggemar di luar negeri yang seharusnya ditempatkan sebagai prioritas oleh organisasi olahraga internasional.”

Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi relatif ringan pada Rusia. Mereka harus memainkan pertandingan di tempat netral, dilarang mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan.

Timnas Rusia sejatinya akan melakukan babak play-off Piala Dunia 2022 melawan Polandia pada 24 Maret.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini