Model Majalah Dewasa Novi Amelia Tewas Bunuh Diri Lompat dari Lantai 8 Apartemen

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Novi Amelia, yang dikenal sebagai model majalah dewasa, melakukan aksi bunuh diri dengan melompat dari lantai delapan di apartemen Kalibata City.

Novi melompat dari balkon lantai delapan tower Raflesia. Dalam sebuah video yang beredar, Novi tampak sempat duduk beberapa lama di balkon, sebelum akhirnya melompat ke bawah.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit mengatakan, peristiwa bunuh diri itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB.

Sebelum kejadian, sekuriti sempat melihat Novi duduk di balkon dan sempat berteriak. Karena posisinya di lantai delapan, diduga Novi tak mendengar teriakan sekuriti tersebut.

“Dia duduk di tembok samping jendela lantai 8 apartemen. Sekuriti sempat teriak dari bawah,” ujar Ridwan.

“Dia meninggal dengan luka di kepala bagian belakang, wajah, dan paha bagian kanan,” katanya.

Novi lahir pada 1 Desember 1987 di Medan. Dia mengawali karier di 2005 menjadi seorang model dan sempat vakum beberapa tahun. Dia aktif lagi pada 2009.

Nama Novi semakin dikenal publik pada 2013 ketika terlibat dalam kasus kecelakaan mobil yang menabrak tujuh orang di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat. Saat itu, Novi tidak memakai pakaian lengkap alias hanya memakai pakaian dalam karena diduga mabuk.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini