Ukraina Siapkan 2,5 Juta Milisi Bersenjata Hadapi Invasi Rusia

Baca Juga

MATA INDONESIA, KIEV – Ukraina akan memanggil hingga 2,5 juta penduduknya jika Rusia benar-benar melakukan invasi. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Oleksiy Danilov.

“Kami tidak bisa membiarkan kepanikan di negara ini,” kata Danilov kepada Associated Press, melansir News Delivers.

“Sangat sulit bagi kami untuk mempertahankan kendali atas situasi ekonomi ketika semua media terus mengatakan bahwa perang akan dimulai besok. Kepanikan adalah saudara dari kekalahan,” sambungnya.

Menurut Danilov, Ukraina memiliki potensi untuk secara cepat dan dramatis meningkatkan kekuatan militernya yang berjumlah 250.000 personel jika terjadi serangan Rusia.

“Mereka akan menghadapi tanggapan dari masyarakat kita, warga kita, militer kita. Kami dapat menempatkan 2 hingga 2,5 juta jiwa di bawah senjata,” tegasnya.

Danilov mencatat bahwa hingga 420.000 warga Ukraina telah memperoleh pengalaman tempur dalam perang dengan kelompok separatis yang didukung Rusia di Ukraina timur. Selain itu, sekitar 1 juta warga Ukraina memiliki izin berburu.

Danilov juga mengatakan bahwa sekitar 120.000 tentara Rusia terkonsentrasi di dekat Ukraina dan Moskow dapat melancarkan provokasi kapan saja. Namun, ia berpendapat bahwa meluncurkan invasi besar-besaran membutuhkan persiapan yang juga besar-besaran.

 “Periode persiapan yang menjadi perhatian seluruh dunia bisa memakan waktu tiga hingga tujuh hari. Kami belum melihatnya. Kami jelas memahami apa yang terjadi dan kami dengan tenang mempersiapkannya,” sambungnya.

Danilov juga menyesali keputusan Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jerman, serta Kanada yang memutuskan menarik beberapa diplomat dan tanggungan mereka dari ibukota Ukraina, Kiev.

“Langkah itu tidak menyenangkan bagi kami dan menekankan bahwa kami tidak berpikir ada ancaman saat ini,” tuntasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini