Beda Pendapat dengan Kepala Mossad, 4 Komandan Putuskan Mengundurkan Diri

Baca Juga

MATA INDONESIA, YERUSALEM – Komandan divisi Mossad yang bertanggung jawab atas operasi khusus dilaporkan mengundurkan diri. Berdasarkan kabar yang beredar, komandan itu memiliki perbedaan pendapat dengan Kepala Mossad, David Barnea.

Komandan tersebut adalah komandan keempat yang mengundurkan diri sejak David Barnea menduduki jabatan Kepala Badan Intelijen Israel itu.

Melansir Channel 13 News, komandan yang diidentifikasi dengan inisial B itu mengundurkan diri setelah Barnea mengatakan kepadanya bahwa ia dan pejabat lainnya telah menjadi “beban bagi organisasi”.

Menurut laporan itu, Barnea ingin membuat perubahan besar pada cara kerja departemen yang dipimpin oleh B. Akibat kesulitan dalam mengoperasikan para agen Israel di luar negeri, dan B tidak mengimplementasikannya seperti yang diminta.

Setelah pertemuan antara keduanya dan pengunduran diri B, wakilnya dan sejumlah agen lain turut mengundurkan diri. Seorang komandan baru selanjutnya mengambil peran tersebut.

B diketahui sebagai pejabat senior Mossad keempat yang mengundurkan diri sejak Barnea menjabat sekitar tujuh bulan lalu. Kepala divisi teknologi, anti-teror, dan Tzomet Mossad juga pergi.

Sebagai catatan, Tzomet adalah divisi yang bertanggung jawab untuk mencari, merekrut, dan menangani agen asing, seperti dilansir Haaretz.com.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini