Bukan Khayalan Belaka, Ilmuwan Temukan Planet dengan 3 Matahari

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Mungkin selama ini keberadaan planet yang memiliki tiga matahari cuma sebatas khayalan umat manusia saja. Namun, ternyata baru-baru ini ilmuwan di dunia menemukan keberadaan planet tersebut.

Planet tersebut ditemukan oleh Transiting Exoplanet Survey Satellite, teleskop milik NASA yang fungsinya untuk memburu planet. Namanya LTT 1445Ab dengan tiga Matahari merah kerdil yang disebut LTT 1445. Lokasi mereka 22,5 tahun cahaya dari Bumi.

Matahari merah kerdil tersebut lebih kecil dan lebih dingin dibanding Matahari di Tata Surya kita. Bintang semacam itu adalah sesuatu yang sangat umum di galaksi Bima Sakti, mencakup 80 persen dari seluruh bintang yang ada.

“Jika Anda berdiri di permukaan planet tersebut, ada tiga buah Matahari di langit, tapi dua di antaranya cukup jauh dan terlihat kecil. Keduanya seperti mata yang menyeramkan di angkasa,” kata astronomer Jennifer Winters dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

Mengutip dari Science Alert, ukuran planet tersebut 1,35 kali Bumi. Tapi massanya 8,4 kali sehingga jauh lebih padat dibandingkan planet ini.

Para ilmuwan meyakini planet LTT 1445Ab permukaannya berbatu seperti Bumi atau Mars. Jika ada penghuninya, tentu mereka akan selalu menikmati pemandangan langit spektakuler. Sayangnya, peluang adanya kehidupan di sana cukup rendah.

Kenapa? Letak planet itu tidak mendukung untuk makhluk hidup di mana temperaturnya bisa mencapai 155 derajat Celcius. Tapi kemungkinan, ada atmosfer yang melingkupinya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menjaga Transparansi Penggunaan Anggaran MBG

Oleh: Asep Faturahman)* Transparansi menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan Program Makan BergiziGratis (MBG). Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap penggunaananggaran negara, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan setiaprupiah yang dialokasikan dikelola secara terbuka, terukur, dan akuntabel. Dinamikayang muncul di ruang publik, termasuk perbincangan viral mengenai menu Ramadan, dipandang sebagai bagian dari partisipasi masyarakat dalam mengawalkebijakan strategis nasional. Menanggapi isu tersebut, Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan InvestigasiBadan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, mengatakan alokasi bahan makanan dalamprogram ini berada pada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi. Angka tersebut berbeda dengan nominal Rp13.000 hingga Rp15.000 yang ramai dibahas, karena total anggaran per porsi mencakup komponen lain di luar bahan bakumakanan. Balita, PAUD,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini