Kenalan Sama NFT, Aset Digital yang Bikin Ghozali Tajir Melintir

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sosial media dihebohkan dengan sosok remaja bernama Ghozali Everyday yang mendadak jadi miliarder tanah air. Namanya jadi sorotan karena sukses meraup pundi-pundi usia menjual NFT berupa foto selfie-nya.

Meski terdengar sepele, Ghozali yang sudah menjual foto selfie-nya di OpenSea sejak tahun 2018 itu kini berhasil mendapat penghasilan hingga 42 miliar Rupiah.

Lantas, apa sih NFT itu?

Dilansir The Verge, NFT atau Non Fungible Token merupakan aset digital dalam hal mata uang kripto. NFT juga digunakan sebagai bukti kepemilikan yang dapat dibeli dengan mata uang kripto.

Lebih lanjut, barang yang dapat dibeli meliputi beragam media, seperti video, musik, foto dan sebagainya. Nah, saat kamu memilikinya, kamu bisa mencetak kreasi apa pun sebagai NFT, termasuk fotomu.

Sementara itu, disebutkan Ghozali memiliki 933 foto koleksi NFT yang merupakan foto wajah dirinya. Sebagian fotonya laku sekitar 0,0001 Ethereum atau setara Rp 50 ribu, namun beberapa di antaranya justru ada yang laku sampai 1 Ethereum.

Hmm, gimana? Kamu tertarik juga?

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini