Ini Golongan yang Bakal Dapat Booster Vaksin Covid-19 Gratis Tahun Depan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Vaksin dosis ketiga atau booster tidak semuanya berbayar. Para penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan lansia akan diberi gratis.

Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di DPR RI, Selasa 14 Desember 2021.

“Kita pastikan harus mereka, kalau enggak mereka kalah. Para pejabat dengan para tokoh, anak muda, ambil sendiri,” ujar Budi Gunadi.

Keputusan itu, menurut Budi, mengikuti rekomendasi Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Dia mengatakan stok vaksin cukup untuk tiga bulan mendatang dengan jumlah hampir 100 juta dosis. Berikutnya akan datang vaksin dengan jumlah banyak yang berasal dari donasi negara lain.

Menurut Budi banyak negara maju yang kelebihan vaksin sehingga menawarkan ke Indonesia 50 sampai dengan 100 juta vaksin gratis.

Saat ini, Indonesia juga sedang melakukan uji coba jenis vaksin untuk booster. Baik itu jenis yang sama seperti dua dosis sebelumnya atau diberikan berbeda.

Vaksin yang diuji, Budi mengatakan yang sudah ada di Indonesia saat ini. Jika ada yang ingin jadi booster dan di luar vaksin yang ada bisa memasukkan uji klinis.

Sementara itu vaksin Merah Putih juga disiapkan sebagai booster serta anak. Uji coba vaksin tersebut juga diperuntukkan untuk vaksin penguat dan anak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini