Kabupaten Bangka Catat Nol Kasus Harian Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANGKA BELITUNG – Kabupaten Bangka mencatat nol kasus setelah semua pasien Covid-19 dinyatakan sembuh.

Dari delapan kecamatan, tujuh di antaranya nihil kasus. Sedangkan satu kecamatan Merawang adalah satu-satunya wilayah yang masih merawat pasien Covid-19, itu pun hanya 10 orang.

Hal tersebut diungkapkan juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra, yang dikutip Senin 13 Desember 2021.

Meski begitu Boy mengingatkan seluruh masyarakat kabupaten tersebut tetap disiplin dengan protokol kesehatan agar tidak terjadi lonjakan kasus lagi seperti Juli lalu.

“Saya ingatkan masyarakat di kecamatan yang dinyatakan aman dari sebaran Covid-19 hendaknya harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, jangan sampai lengah sehingga dapat muncul kasus kembali,” kata Boy Yandra.

Sedangkan untuk warga Kecamatan Merawang diharapkan tetap fokus untuk menyehatkan 10 pasien tersebut.

Dia juga mengingatkan kepada seluruh warga kabupaten tersebut agar mengikuti vaksinasi Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini