5 Potret Mulus Pedangdut Wika Salim yang IG-nya Dikomentari Kepala Bekraf

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Wika Salim, pedangdut yang tengah berkibar di belantara musik Indonesia ini punya wajah yang cantik sih. Dengan postur dan tubuh yang aduhai, wajar saja banyak lelaki terpana.

Baru-baru ini, di salah satu postingan Wika di akun Instagram-nya @wikasalim, ada hal yang mengejutkan. Saat Wika memasang foto cantiknya, Kepala Bekraf Triawan Munaf keciduk ikut berkomentar. Ya, komentar seorang pejabat terhadap akun pedangdut menimbulkan tanya, untuk apa? Ada apa antara keduanya? Sengaja atau iseng?

Tapi, daripada pusingin komentar Triawan Munaf itu, mendingan kita lihat-lihat foto mulus Wika Salim. Lumayan, sekalian cuci mata.

 

Wika Salim lahir di Bogor pada 26 Februari 1992. Masih segar ya, masih mulus.

 

Wika Salim

 

Wika pernah merilis sejumlah single, seperti Lagu Ngutang, Pacar Mana Pacar, Lagi Pengen, dan lainnya.

 

Sumber dari Wikipedia menyebut, Wika pernah main sejumlah judul FTV, seperti Bekal Menuju Surga, Calon Calon Mertua, Gadis Pantura, sampai Antara Rocker dan Dangduter

Duhhh! Ini nih yang bikin para kaum Adam susah berkata-kata untuk menggambarkan keindahan si Wika Salim.

Hayoooolooo! Keciduk kan Pak Triawan Munaf komentarin foto mulus Wika Salim. Ada apa nih? ciye ciye…

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini