‘2 Days 1 Night’ Rilis Poster Baru Tanpa Kim Seon Ho

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – KBS baru saja merilis poster edisi baru buat ‘2 Days 1 Night’ musim keempat. Sedihnya, kali ini gak ada Kim Seon Ho.

Hal ini baru diketahui karena direktur 2 Days 1 Night mengunggah foto poster baru tersebut melalui akun pribadinya di Instagram. Ia menulis dalam captionnya, “Kita siapa? 1 night 2 days. Poster baru.”

Ia mengunggahnya pada 18 November 2021 pukul 10.00 waktu setempat. Sayangnya poster yang dibagikannya itu gak ada Kim Seon Ho.

Hal ini menjadi kesedihan terbesar bagi penggemar karena kehilangan member dalam program tersebut. Banyak warganet yang berkomentar kesedihan dan gak sabar juga menanti episode selanjutnya.

Bahkan Dindin yang merupakan anggota dari 2 Days 1 Night ini ikut berkomentar pada unggahan poster baru tersebut. Berikut beberapa komentar warganet.

“Sepi bgt rasanya.”

“Ini sangat menghancurkan hatiku.”

“Sakit ga berdarah.”

“Sedih tak bisa melihat Kim Seon Ho dalam foto ini.”

Program televisi Korea ini akan tayang di KBS setelah terhenti karena kabar skandal Kim Seon Ho. Episode kali ini akan menayangkan episode ke-100 mereka yang dibintangi oleh Yeon Jeonghun, Kim Jongmin, Moon Seyoon, Dindin, dan Ravi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini