Antara Jokowi dan Papua, Ada Rasa Cinta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), wilayah Papua mendapatkan perhatian yang cukup besar. Hal ini diakui sendiri oleh Staf Khusus Milenial Presiden Republik Indonesia, Billy Mambrasar.

Ia mengungkapkan bahwa Jokowi sangat concern terhadap pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas orang asli Papua.

“Saya tidak ingin membantah atau menggunakan teori khusus untuk menjelaskan alasannya. Lalu, ada apa di antara Jokowi dan Papua? Penjelasan sederhananya hanyalah, rasa cinta,” ujar Billy melalui keterangan tertulis yang dikutip Mata Indonesia News, Senin 15 November 2021.

Menurut Billy, hal itu terlihat saat Presiden Jokowi dan rombongan singgah untuk membeli noken di Pasar Noken Taman Imbi, Kota Jayapura pada 13 November lalu. Itu terjadi usai Jokowi menyaksikan pertandingan judo di Peparnas ke-XVI di GOR Trikora Jayapura menuju GOR Cenderawasih untuk kemudian menyaksikan pertandingan bulu tangkis.

Momen itu mengingatkannya sewaktu mendampingi Presiden Jokowi saat pembukaan PON XX 2021 pada pertengahan Oktober lalu dan melakukan kunjungan kerja hampir seminggu di waktu yang bersamaan. Katanya, saat rombongan melalui kota Jayapura, Jokowi menunjuk ke arah mama-mama dari Paniai yang berjualan di Taman Imbi, Kota Jayapura.

“Kami berdua kemudian berdiskusi sedikit di depan lobi hotel sebelum beristirahat, dan beliau bertanya tentang mama-mama tersebut, yang kemudian saya jelaskan dengan memaparkan cerita tentang mereka. Beliau kemudian berjanji, saat kembali nanti akan menghampiri mereka,” katanya.

“Hal tersebut beliau buktikan, saat kunjungan kerja menutup Peparnas XVI kemarin. Beliau datang, menyapa dan membeli Noken dari mama-mama Papua di Taman Imbi tersebut,” lanjutnya.

Bahkan bukan hanya itu, Billy menyampaikan bahwa bentuk rasa cinta dan perhatian Presiden Jokowi untuk mama-mama Papua bukan hanya dalam momen itu saja.

“Selain memerintahkan pembangunan pasar untuk mama-mama Papua, beliau juga mendorong berbagai program dalam bentuk bantuan modal usaha, bantuan sosial, bahkan selalu menyempatkan untuk mendengarkan keluh kesah mama-mama setiap kali melakukan kunjungan kerja ke Papua,” ujarnya.

Menyaksikan fakta kepedulian Jokowi tersebut mengingatkannya pada nasehat Jokowi yaitu harus selalu bekerja keras, terus belajar dan pastikan fondasi pelayanan masyarakat harus kuat.

Ia mengungkapkan bahwa Jokowi juga sering menyampaikan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang melayani, dan melayani itu harus pakai rasa.

“Pesan itu terus saya pegang, bahwasanya pemimpin adalah pemimpin yang melayani, dan rasa cinta adalah dasarnya, fondasi, kekuatan dan sumber energi untuk melakukan pelayanan itu, walaupun kita dicibir, difitnah, dengan rasa iri dan dengki,” katanya.

Billy juga menjelaskan bahwa Jokowi sangat perhatian dengan anak muda Papua.

“Pak Jokowi sangat percaya, bahwa perubahan ada dan terus akan terjadi. Utamanya bila didorong oleh anak muda. Beliau berharap agar manusia-manusia Papua, khususnya anak mudanya terlibat penuh membangun Papua, bahkan Indonesia. Itu alasan beliau membangun Papua Youth Creative Hub (PYCH) untuk mendorong kreatifitas dan keterlibatan anak-anak muda Papua dalam berbagai sektor,” ujarnya.

Hal itu juga memancing ingatan Billy akan ucapan Jokowi yang selalu menegaskan bahwa pembangunan jangan hanya bangun infrastrukturnya saja, tapi yang lebih penting adalah bangun manusianya. Bahkan dalam aksi nyatanya, Jokowi getol mendorong Inpres Nomor 9 Tahun 2020, tentang percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat, yang nafasnya adalah Pembangunan Manusia Papua.

Sederet perubahan signifikan terjadi di Papua, sebut saja akselerasi infrastruktur, pembangunan jembatan Youtefa di Jayapura yang megah, jalan trans Papua yang tersambung begitu cepat, hingga penyelenggaraan PON XX, penyelenggaraan Peparnas 2021. Menurut Billy, Presiden Jokowi percaya bahwa Papua dan Manusia Papua sudah bisa.

“Satu hal dari pesan beliau, kepada saya selama dua tahun ke belakang bekerja dengan beliau, membangun Papua bukan hanya pekerjaan satu atau dua orang. Kita semua masing-masing memiliki peranan yang sama pentingnya. Caranya jangan pernah berhenti berkarya, lakukan apa saja untuk mendapat pendidikan yang baik dan optimis bahwa bukan hanya: Torang Bisa!, Tetapi juga Torang Hebat!” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Jelang Ramadan, Kulon Progo Pastikan 19.069 Tabung LPG Tersedia, Warga Tak Perlu Panic Buying

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, memastikan pasokan LPG bersubsidi tetap aman menjelang Ramadan bahkan sepanjang 2025 dengan alokasi mencapai 19.069...
- Advertisement -

Baca berita yang ini