Hoshi ‘SEVENTEEN’ Donasi 10.000 Briket untuk Keluarga Kurang Mampu di Kampung Halamannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Pledis Entertainment baru saja mengumumkan Hoshi SEVENTEEN telah menyumbangkan 10.000 briket untuk keluarga kurang mampu di kampung halamannya.

Kabarnya Hoshi menyumbangkan 10.000 briket di Namyangju, Provinsi Gyeonggi. Pledis mengumumkan hal ini pada Jumat 12 November 2021.

Sebelumnya Hoshi juga rajin berdonasi apalagi setelah bergabung dengan Honor Society pada Juni 2021 lalu.

Melansir dari Naver, CEO Yayasan Kesejahteraan Namyangju, Woo Sanghyun mengatakan bahwa hal ini membantu warga setempat untuk bertahan hidup menjelang musim dingin. Ini bukan pertama kalinya juga ia menyumbangkan donasi berupa briket batu bara.

Perlu diketahui bahwa briket yang diberikan Hoshi ini merupakan blok bahan bakar untuk mulai dan mempertahankan nyala api. Selain itu juga berguna untuk menghangatkan ruangan pada saat musim dingin datang.

Sementara itu, Seventeen dijadwalkan akan menggelar konser yang akan disiarkan langsung secara online pada 14 dan 21 November 2021 mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini